Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

YLBHI Apresiasi Bupati dan Ketua DPRK Puncak Laporkan Dugaan Pelanggaran HAM ke KemenHAM

Etty Welerbadge-check


					YLBHI Apresiasi Bupati dan Ketua DPRK Puncak Laporkan Dugaan Pelanggaran HAM ke KemenHAM Perbesar

PANIAI — Pengurus Harian Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Emanuel Gobai, SH, MH, mengapresiasi langkah Bupati Puncak, Elvis Tabuni, dan Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni, yang melaporkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayahnya kepada Kementerian HAM Republik Indonesia.

Diketahui, pada Senin (21/4/2026), Bupati Puncak Elvis Tabuni bersama Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni secara resmi menyampaikan laporan terkait tragedi berdarah yang terjadi di Kabupaten Puncak kepada Menteri HAM RI.

IMG 20260423 WA0031

Emanuel Gobai menyampaikan terima kasih atas langkah tersebut. Menurutnya, tindakan itu menjadi contoh konkret pemenuhan dan penegakan HAM yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya kepala daerah di wilayah Papua.

“Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi dan melindungi hak asasi manusia masyarakat,” ujar Emanuel.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab penuh dalam perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, di antaranya Pasal 28I ayat (4) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Selain itu, ia juga merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang menegaskan kewajiban pemerintah pusat maupun daerah untuk menegakkan dan menghormati HAM di Papua.

Menurut Emanuel, langkah Bupati Puncak yang membawa data korban dan menyerahkannya kepada Menteri HAM RI merupakan bentuk pelaksanaan kewajiban tersebut.

Sementara itu, Menteri HAM RI, Natalius Pigai, meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.

Investigasi tersebut merupakan bagian dari fungsi pemantauan Komnas HAM, sebagaimana diatur dalam Pasal 89 ayat (3) huruf b Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Emanuel berharap langkah yang diambil oleh Bupati dan Ketua DPRK Puncak dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lain di Papua.

“Seluruh kepala daerah di Papua diharapkan dapat mengikuti langkah ini dalam melindungi hak asasi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” katanya. (RG)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News