NABIRE – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.H, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada ribuan mahasiswa USWIM.
Apresiasi tersebut disampaikan Rektor USWIM saat ditemui di Ruang Rektor USWIM, Kamis (29/1/2026). Ia menjelaskan bahwa dari total 1.967 mahasiswa yang diakomodir melalui program bantuan pendidikan pemerintah daerah, pihak kampus telah mulai merealisasikan penyaluran bantuan tersebut secara bertahap sesuai dengan fakultas masing-masing.
“Dari 1.769 nama mahasiswa yang tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan, saat ini realisasi bantuan telah mencapai sekitar 20 persen, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, mengingat jumlah penerima bantuan yang cukup besar,” ujar Petrus Tekege.
Ia merinci, khusus untuk mahasiswa semester 3, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp2.749.000 dari total biaya semester sebesar Rp3.950.000, atau sekitar 70 persen dari total biaya pendidikan.
“Apabila mahasiswa sudah membayar penuh, maka dana bantuan akan diterima secara utuh. Namun jika belum, sisa pembayaran yang harus diselesaikan ke kampus hanya sebesar Rp1.201.000,” jelasnya.
Rektor USWIM menegaskan bahwa pihak kampus terus mengedukasi mahasiswa bahwa bantuan tersebut bukan untuk melunasi utang, melainkan merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bagi mahasiswa semester 3, 5, dan 7.
Penyaluran bantuan juga didasarkan pada kwitansi pembayaran sebagai bukti apakah mahasiswa telah melakukan pembayaran atau belum kepada pihak kampus.
Untuk mahasiswa semester 5, total bantuan yang diberikan mencapai Rp5.199.000, yang mencakup sisa pembayaran SPP serta biaya Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sementara itu, mahasiswa semester 7 menerima bantuan sebesar Rp5.999.000, termasuk biaya tugas akhir.
“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, mendorong kreativitas, serta meningkatkan kualitas pendidikan. Setidaknya dapat mengurangi beban pikiran mahasiswa terkait kemampuan membayar kuliah,” ungkap Petrus Tekege.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa total anggaran bantuan pendidikan yang disalurkan mencapai Rp8.202.833.000. Namun demikian, terdapat sejumlah mahasiswa yang juga menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sehingga terjadi penerimaan bantuan ganda.
“Untuk mahasiswa yang menerima bantuan ganda, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar dana tersebut dapat dikembalikan ke kas daerah,” tegasnya.
Rektor USWIM berharap program bantuan pendidikan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua Tengah, serta mampu mengakomodir seluruh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. (MB)






