Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

News

IKM Kabupaten Mimika Perkenalkan Budaya Minang di Tanah Rantau Lewat Seni Tari

Etty Welerbadge-check


					IKM Kabupaten Mimika Perkenalkan Budaya Minang di Tanah Rantau Lewat Seni Tari Perbesar

TIMIKA – Dalam semangat melestarikan warisan budaya dan mempererat tali persaudaraan di tanah perantauan, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Mimika hadir sebagai wadah kebersamaan masyarakat Minang yang bermukim di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Ketua IKM Kabupaten Mimika, Novrizal menjelaskan bahwa kehadiran IKM bukan hanya sebagai ajang silaturahmi antarperantau Minang, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan sosial budaya di Mimika.

“Kami ingin masyarakat Mimika mengenal budaya Minangkabau lebih dekat, serta merasakan nilai-nilai kekerabatan, gotong royong, dan adat yang kami junjung tinggi. Di tanah rantau, kita tetap membawa dan melestarikan identitas kita sebagai urang Minang,” ujarnya.

Rizal biasa disapa menuturkan, seni tari dibawakan oleh sanggar seni GUMARANG. Sanggar ini di bawah asuhan Ikatan Keluarga Minang Kabupaten Mimika. Kehadiran sanggar ini bertujuan memperkenalkan budaya Minang di tanah rantau khusus nya di Kabupaten Mimika.

“Kami juga melestarikan budaya Minang walaupun jauh dari kampung halaman .
Randai adalah seni pertunjukan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat, yang memadukan unsur seni drama, tari, musik, dan silat dalam bentuk cerita rakyat yang disampaikan secara berkelompok dalam lingkaran. Tarian yang digunakan berasal dari gerakan pencak silat yang distilirisasi, dipimpin oleh seorang “tukang goreh” yang memberikan aba-aba tempo, dan diiringi musik serta nyanyian,” jelas Rizal.

Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, IKM Mimika aktif memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas di Kabupaten Mimika. Mulai dari pertunjukan seni tari tradisional, musik khas Minang, hingga penyajian kuliner legendaris seperti rendang, sate Padang, dan lemang—semuanya menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya Minang kepada generasi muda dan masyarakat lintas suku di Mimika.

Novrizal menambahkan, perkenalan budaya ini akan ditampilkan pada momen HUT Kabupaten Mimika tahun 2025 nanti.

Rizal mengharapkan kegiatan ini berguna untuk merangkul muda – mudi (pemuda IKM) yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Etty Welerubun)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline