Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

IKM Kabupaten Mimika Perkenalkan Budaya Minang di Tanah Rantau Lewat Seni Tari

Etty Welerbadge-check


					IKM Kabupaten Mimika Perkenalkan Budaya Minang di Tanah Rantau Lewat Seni Tari Perbesar

TIMIKA – Dalam semangat melestarikan warisan budaya dan mempererat tali persaudaraan di tanah perantauan, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Mimika hadir sebagai wadah kebersamaan masyarakat Minang yang bermukim di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Ketua IKM Kabupaten Mimika, Novrizal menjelaskan bahwa kehadiran IKM bukan hanya sebagai ajang silaturahmi antarperantau Minang, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan sosial budaya di Mimika.

“Kami ingin masyarakat Mimika mengenal budaya Minangkabau lebih dekat, serta merasakan nilai-nilai kekerabatan, gotong royong, dan adat yang kami junjung tinggi. Di tanah rantau, kita tetap membawa dan melestarikan identitas kita sebagai urang Minang,” ujarnya.

Rizal biasa disapa menuturkan, seni tari dibawakan oleh sanggar seni GUMARANG. Sanggar ini di bawah asuhan Ikatan Keluarga Minang Kabupaten Mimika. Kehadiran sanggar ini bertujuan memperkenalkan budaya Minang di tanah rantau khusus nya di Kabupaten Mimika.

“Kami juga melestarikan budaya Minang walaupun jauh dari kampung halaman .
Randai adalah seni pertunjukan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat, yang memadukan unsur seni drama, tari, musik, dan silat dalam bentuk cerita rakyat yang disampaikan secara berkelompok dalam lingkaran. Tarian yang digunakan berasal dari gerakan pencak silat yang distilirisasi, dipimpin oleh seorang “tukang goreh” yang memberikan aba-aba tempo, dan diiringi musik serta nyanyian,” jelas Rizal.

Melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan, IKM Mimika aktif memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas di Kabupaten Mimika. Mulai dari pertunjukan seni tari tradisional, musik khas Minang, hingga penyajian kuliner legendaris seperti rendang, sate Padang, dan lemang—semuanya menjadi bagian dari upaya mengenalkan budaya Minang kepada generasi muda dan masyarakat lintas suku di Mimika.

Novrizal menambahkan, perkenalan budaya ini akan ditampilkan pada momen HUT Kabupaten Mimika tahun 2025 nanti.

Rizal mengharapkan kegiatan ini berguna untuk merangkul muda – mudi (pemuda IKM) yang ada di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. (Etty Welerubun)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IDI Cabang Mimika Resmi Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Kesehatan Wilayah

28 Juni 2026 - 11:22 WIB

20260628

dr. Enny Kenangalem Dilantik Pimpin IDI Cabang Mimika Periode 2025–2028

28 Juni 2026 - 10:57 WIB

20260628

5 Anggota OPM Mewuluk Kodam XXVIII Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI 

27 Juni 2026 - 22:54 WIB

IMG 20260627 WA0049

Bupati Puncak Resmikan Gereja GKII Petrus Kalimangga di Nabire, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan

27 Juni 2026 - 21:54 WIB

IMG 20260627 WA0128

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030
Trending di Headline