Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam

Etty Welerbadge-check


					Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam Perbesar

DOGIYAI – Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Musa Boma Mapiha 777, menyerukan agar masyarakat Papua tidak menjual tanah maupun kekayaan alamnya kepada pemerintah maupun pendatang.

Boma menilai selama ini banyak sumber daya alam Papua seperti batu, pasir, kayu, rotan, hingga hasil hutan lainnya diambil secara bebas oleh pihak luar tanpa seizin masyarakat adat.

Ia menegaskan, jika hal itu terus dibiarkan, maka generasi Papua di masa depan berisiko kehilangan hak atas tanah dan kekayaannya sendiri.

“Kalau orang Papua ke Jawa, Kalimantan, Sumatra, Makassar, atau Bali, tidak bisa membeli atau mengambil tanah seenaknya. Tetapi di Papua, orang dari luar bebas mengambil apa saja,” ujar Musa dalam keterangan tertulis kepada media Rabu, (24/9/2025).

Ia juga menyinggung keberadaan sejumlah pihak yang menurutnya terlibat dalam aktivitas ekonomi di Papua tanpa seizin masyarakat, termasuk praktik penebangan kayu, penambangan emas, hingga perburuan satwa.

Musa menegaskan bahwa masyarakat Papua perlu memperketat pengawasan terhadap aktivitas tersebut.

“Jangan ada lagi penjualan batu, kayu, pasir, dan tanah kepada pendatang. Jangan izinkan ada yang berburuh di hutan atau mendulang emas tanpa izin,” katanya.

Menurutnya, menjaga tanah dan kekayaan alam Papua adalah upaya mempertahankan harkat dan martabat orang Papua.

“Kalau semua ini dibiarkan, maka anak cucu kita akan menderita dan menjadi pengemis di tanahnya sendiri,” pungkas Musa. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline