Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam

Etty Welerbadge-check


					Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam Perbesar

DOGIYAI – Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Musa Boma Mapiha 777, menyerukan agar masyarakat Papua tidak menjual tanah maupun kekayaan alamnya kepada pemerintah maupun pendatang.

Boma menilai selama ini banyak sumber daya alam Papua seperti batu, pasir, kayu, rotan, hingga hasil hutan lainnya diambil secara bebas oleh pihak luar tanpa seizin masyarakat adat.

Ia menegaskan, jika hal itu terus dibiarkan, maka generasi Papua di masa depan berisiko kehilangan hak atas tanah dan kekayaannya sendiri.

“Kalau orang Papua ke Jawa, Kalimantan, Sumatra, Makassar, atau Bali, tidak bisa membeli atau mengambil tanah seenaknya. Tetapi di Papua, orang dari luar bebas mengambil apa saja,” ujar Musa dalam keterangan tertulis kepada media Rabu, (24/9/2025).

Ia juga menyinggung keberadaan sejumlah pihak yang menurutnya terlibat dalam aktivitas ekonomi di Papua tanpa seizin masyarakat, termasuk praktik penebangan kayu, penambangan emas, hingga perburuan satwa.

Musa menegaskan bahwa masyarakat Papua perlu memperketat pengawasan terhadap aktivitas tersebut.

“Jangan ada lagi penjualan batu, kayu, pasir, dan tanah kepada pendatang. Jangan izinkan ada yang berburuh di hutan atau mendulang emas tanpa izin,” katanya.

Menurutnya, menjaga tanah dan kekayaan alam Papua adalah upaya mempertahankan harkat dan martabat orang Papua.

“Kalau semua ini dibiarkan, maka anak cucu kita akan menderita dan menjadi pengemis di tanahnya sendiri,” pungkas Musa. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

18 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260218 wa0059

Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

18 Februari 2026 - 14:01 WIB

Img 20260218 wa0057

Pelaku Penikaman Seorang Penjual Pinang Diduga Kuat KKB

18 Februari 2026 - 13:26 WIB

Img 20260218 wa0115

Terjatuh dan Tenggelam di Sungai, Anak Usia 3 Tahun Ditemukan MD

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Img 20260218 wa0114

Pj Sekda Papua Tengah Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol Bekerja

18 Februari 2026 - 13:17 WIB

Img 20260218 wa0108
Trending di Headline