Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam

Etty Welerbadge-check


					Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia Serukan Warga Papua Tidak Menjual Tanah dan Kekayaan Alam Perbesar

DOGIYAI – Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Musa Boma Mapiha 777, menyerukan agar masyarakat Papua tidak menjual tanah maupun kekayaan alamnya kepada pemerintah maupun pendatang.

Boma menilai selama ini banyak sumber daya alam Papua seperti batu, pasir, kayu, rotan, hingga hasil hutan lainnya diambil secara bebas oleh pihak luar tanpa seizin masyarakat adat.

Ia menegaskan, jika hal itu terus dibiarkan, maka generasi Papua di masa depan berisiko kehilangan hak atas tanah dan kekayaannya sendiri.

“Kalau orang Papua ke Jawa, Kalimantan, Sumatra, Makassar, atau Bali, tidak bisa membeli atau mengambil tanah seenaknya. Tetapi di Papua, orang dari luar bebas mengambil apa saja,” ujar Musa dalam keterangan tertulis kepada media Rabu, (24/9/2025).

Ia juga menyinggung keberadaan sejumlah pihak yang menurutnya terlibat dalam aktivitas ekonomi di Papua tanpa seizin masyarakat, termasuk praktik penebangan kayu, penambangan emas, hingga perburuan satwa.

Musa menegaskan bahwa masyarakat Papua perlu memperketat pengawasan terhadap aktivitas tersebut.

“Jangan ada lagi penjualan batu, kayu, pasir, dan tanah kepada pendatang. Jangan izinkan ada yang berburuh di hutan atau mendulang emas tanpa izin,” katanya.

Menurutnya, menjaga tanah dan kekayaan alam Papua adalah upaya mempertahankan harkat dan martabat orang Papua.

“Kalau semua ini dibiarkan, maka anak cucu kita akan menderita dan menjadi pengemis di tanahnya sendiri,” pungkas Musa. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline