Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak

Etty Welerbadge-check


					Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak Perbesar

NABIRE — Gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (19/9) pukul 03.10 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 3,47 LS dan 135,45 BT dengan kedalaman 24 km, sekitar 29 km barat laut Nabire. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, guncangan kuat membuat warga panik dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta infrastruktur vital.

Tiga Warga Luka Ringan

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada korban jiwa atau luka berat. Namun, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan, masing-masing:

* Debi Mofu, PNS Dinas Kesehatan.
* Meslin Sayori, pelajar.
* Briptu Riono Asnan, anggota Polri.

Kerusakan Infrastruktur

Gempa berdampak pada tujuh gedung pemerintah, termasuk Kantor Gubernur Papua Tengah, BPKAD, dan Bandara Douw Aturure, dengan kerusakan berupa retak dinding, plafon ambruk, dan kaca pecah.

Beberapa jembatan seperti di Siriwini dan Kalibobo juga terdampak dengan kondisi kerusakan ringan hingga amblas. Layanan komunikasi Telkomsel dan IndiHome sempat terputus akibat kerusakan kabel di sejumlah titik.

Tempat ibadah pun tidak luput, lima lokasi di antaranya Masjid Al-Falah, GKII Bukit Sion Portanigra Nabire dan Gereja Katolik KSK Bukit Meriam mengalami plafon rusak dan kaca pecah. Fasilitas pendidikan, seperti SMP Negeri 01 Topo dan Kampus Uswim Nabire, juga mengalami kerusakan ringan pada plafon, garasi, dan pagar. Sementara beberapa perumahan warga di Ruko Graha Kelapa Dua Kalibobo ikut terdampak.

Langkah Kepolisian

Polres Nabire langsung bergerak melakukan pendataan korban, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BMKG, serta memeriksa kondisi bangunan masing-masing,” ujar Kapolres Tatiratu.

Kondisi Terkini

Hingga kini, situasi di Nabire dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berangsur normal, meski warga diingatkan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya mengacu pada informasi resmi BMKG. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline