Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak

Etty Welerbadge-check


					Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak Perbesar

NABIRE — Gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (19/9) pukul 03.10 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 3,47 LS dan 135,45 BT dengan kedalaman 24 km, sekitar 29 km barat laut Nabire. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, guncangan kuat membuat warga panik dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta infrastruktur vital.

Tiga Warga Luka Ringan

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada korban jiwa atau luka berat. Namun, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan, masing-masing:

* Debi Mofu, PNS Dinas Kesehatan.
* Meslin Sayori, pelajar.
* Briptu Riono Asnan, anggota Polri.

Kerusakan Infrastruktur

Gempa berdampak pada tujuh gedung pemerintah, termasuk Kantor Gubernur Papua Tengah, BPKAD, dan Bandara Douw Aturure, dengan kerusakan berupa retak dinding, plafon ambruk, dan kaca pecah.

Beberapa jembatan seperti di Siriwini dan Kalibobo juga terdampak dengan kondisi kerusakan ringan hingga amblas. Layanan komunikasi Telkomsel dan IndiHome sempat terputus akibat kerusakan kabel di sejumlah titik.

Tempat ibadah pun tidak luput, lima lokasi di antaranya Masjid Al-Falah, GKII Bukit Sion Portanigra Nabire dan Gereja Katolik KSK Bukit Meriam mengalami plafon rusak dan kaca pecah. Fasilitas pendidikan, seperti SMP Negeri 01 Topo dan Kampus Uswim Nabire, juga mengalami kerusakan ringan pada plafon, garasi, dan pagar. Sementara beberapa perumahan warga di Ruko Graha Kelapa Dua Kalibobo ikut terdampak.

Langkah Kepolisian

Polres Nabire langsung bergerak melakukan pendataan korban, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BMKG, serta memeriksa kondisi bangunan masing-masing,” ujar Kapolres Tatiratu.

Kondisi Terkini

Hingga kini, situasi di Nabire dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berangsur normal, meski warga diingatkan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya mengacu pada informasi resmi BMKG. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IDI Cabang Mimika Resmi Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Kesehatan Wilayah

28 Juni 2026 - 11:22 WIB

20260628

dr. Enny Kenangalem Dilantik Pimpin IDI Cabang Mimika Periode 2025–2028

28 Juni 2026 - 10:57 WIB

20260628

5 Anggota OPM Mewuluk Kodam XXVIII Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI 

27 Juni 2026 - 22:54 WIB

IMG 20260627 WA0049

Bupati Puncak Resmikan Gereja GKII Petrus Kalimangga di Nabire, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan

27 Juni 2026 - 21:54 WIB

IMG 20260627 WA0128

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030
Trending di Headline