Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak

Etty Welerbadge-check


					Gempa 6,6 Magnitudo Guncang Nabire, Tiga Warga Luka Ringan dan Sejumlah Bangunan Rusak Perbesar

NABIRE — Gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (19/9) pukul 03.10 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 3,47 LS dan 135,45 BT dengan kedalaman 24 km, sekitar 29 km barat laut Nabire. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, guncangan kuat membuat warga panik dan menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan serta infrastruktur vital.

Tiga Warga Luka Ringan

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K., menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada korban jiwa atau luka berat. Namun, tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan, masing-masing:

* Debi Mofu, PNS Dinas Kesehatan.
* Meslin Sayori, pelajar.
* Briptu Riono Asnan, anggota Polri.

Kerusakan Infrastruktur

Gempa berdampak pada tujuh gedung pemerintah, termasuk Kantor Gubernur Papua Tengah, BPKAD, dan Bandara Douw Aturure, dengan kerusakan berupa retak dinding, plafon ambruk, dan kaca pecah.

Beberapa jembatan seperti di Siriwini dan Kalibobo juga terdampak dengan kondisi kerusakan ringan hingga amblas. Layanan komunikasi Telkomsel dan IndiHome sempat terputus akibat kerusakan kabel di sejumlah titik.

Tempat ibadah pun tidak luput, lima lokasi di antaranya Masjid Al-Falah, GKII Bukit Sion Portanigra Nabire dan Gereja Katolik KSK Bukit Meriam mengalami plafon rusak dan kaca pecah. Fasilitas pendidikan, seperti SMP Negeri 01 Topo dan Kampus Uswim Nabire, juga mengalami kerusakan ringan pada plafon, garasi, dan pagar. Sementara beberapa perumahan warga di Ruko Graha Kelapa Dua Kalibobo ikut terdampak.

Langkah Kepolisian

Polres Nabire langsung bergerak melakukan pendataan korban, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan BMKG, serta memeriksa kondisi bangunan masing-masing,” ujar Kapolres Tatiratu.

Kondisi Terkini

Hingga kini, situasi di Nabire dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berangsur normal, meski warga diingatkan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan hanya mengacu pada informasi resmi BMKG. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027

Harga Cabai di Timika Tembus Rp120.000/ Kilogram

22 Oktober 2026 - 15:15 WIB

IMG 20261023 001430
Trending di News