Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

Filep Wamafma: Dana Otsus Aman dari Efisiensi, Saatnya Maksimalkan Penyerapan

adminbadge-check


					Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, Perbesar

Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma,

JAKARTA – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, mengapresiasi keputusan pemerintah yang memastikan dana Otonomi Khusus (Otsus) tidak masuk dalam sasaran efisiensi anggaran pada 2026. Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dan kekhususan Papua.

“Sebagai pimpinan Komite III DPD RI sekaligus wakil Papua Barat, saya menyambut baik keputusan pemerintah yang memastikan dana Otsus tak terkena efisiensi. Ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang kami sampaikan dalam Rapat Paripurna DPD RI pada Maret lalu. Kebijakan ini responsif terhadap masukan dan kritik dari daerah,” kata Filep dalam keterangannya, Rabu (3/9/2025).

Filep menegaskan, ketergantungan provinsi-provinsi di Tanah Papua terhadap dana Otsus masih sangat tinggi, terutama karena anggaran ini menjadi penopang utama APBD. Ia menilai, solusi terbaik bukan pemotongan anggaran, melainkan peningkatan penyerapan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Senator asal Papua Barat itu juga mendukung langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menargetkan percepatan penyerapan dana Otsus tahun depan.

“Kami mendukung fokus pemerintah untuk memaksimalkan realisasi Otsus. Jika ada kendala teknis maupun penyelewengan, harus segera ditindak tegas. DPD RI akan terus mengawal implementasi Otsus agar tepat sasaran,” tegas Filep.

Selain itu, Filep menyoroti kendala distribusi dana Otsus yang hingga Juli 2025 baru tersalur di bawah 50 persen. Ia mengapresiasi langkah Kemenkeu mempercepat penyusunan dokumen syarat salur serta memperkuat koordinasi dengan Kemendagri. Menurutnya, langkah ini akan berdampak pada percepatan distribusi tahun depan.

“Realisasi Otsus harus benar-benar menjawab persoalan nyata di Papua, seperti angka putus sekolah, kekurangan tenaga guru dan nakes, pengangguran, stunting, sanitasi, hingga infrastruktur dasar. Itulah roh dari dana Otsus yang harus kita kawal,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dalam RAPBN 2026 pemerintah mengalokasikan dana Otsus sebesar Rp13,14 triliun. Dana itu terdiri dari Rp8,41 triliun untuk provinsi di Papua, Rp3,73 triliun untuk Aceh, serta Rp1 triliun Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) Papua. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk beasiswa, pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan, penyediaan sarana internet serta listrik, hingga pembangunan sanitasi lingkungan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

18 Juni 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260618 WA0017

Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis

18 Juni 2026 - 07:37 WIB

PT BCA Boosts Student Motivation with Religious Themed Event 2 (1)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021
Trending di Headline