Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Pemkab Dogiyai Gelar Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Distrik

Etty Welerbadge-check


					Pemkab Dogiyai Gelar Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Distrik Perbesar

DOGIYAI – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) menggelar Mini Lokakarya Tingkat Distrik Tahun 2025, Kamis (31/7/2025), bertempat di Aula Koteka Moge, Moanemani.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw, S.E., mewakili Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, S.Pd., M.Si. Mini lokakarya ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam program nasional percepatan penurunan stunting yang sedang digencarkan pemerintah.

Fokus pada Pendampingan Keluarga

Mini lokakarya ini diikuti oleh peserta dari Distrik Mapia dan Distrik Dogiyai, yang terdiri dari tim pendamping keluarga (TPK)—gabungan dari bidan, kader Tim Penggerak PKK, dan kader KB di desa. Setiap kampung mengirimkan tiga orang perwakilan. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap untuk menjangkau 10 distrik dan 79 kampung di Kabupaten Dogiyai.

Kepala Dinas P3A KB Kabupaten Dogiyai, Yohana Yobe, Ama.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengawal, mengevaluasi, dan memperkuat pelaksanaan program pendampingan keluarga di tingkat distrik.

“Mini lokakarya ini menjadi forum penting untuk menggali permasalahan stunting di masing-masing wilayah, serta mengidentifikasi solusi yang relevan dan berkelanjutan,” ungkap Yobe.

Stunting Tak Bisa Diobati, Tapi Bisa Dicegah

Yobe juga menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap stunting, yang merupakan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting ditandai dengan berat dan tinggi badan anak di bawah standar, dan dampaknya dapat bersifat jangka panjang.

“Stunting tidak bisa diobati, tetapi bisa dicegah, salah satunya melalui pemenuhan nutrisi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kerjasama semua pihak, dari tingkat pusat hingga kampung, karena penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan lintas wilayah.

Tujuan Lokakarya:

* Menggali permasalahan stunting di masing-masing distrik
* Mencari solusi nyata di tingkat lokal
* Menyampaikan informasi dan strategi kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Dogiyai terlibat aktif dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD Kodim 1710/Mimika Mulai Kerjakan Sumur Bor untuk MCK Umum Gereja Santo Klemenst

14 Mei 2026 - 15:08 WIB

IMG 20260513 WA0041

Apresiasi Rakoor Percepatan Pembangunan Papua, Bupati Intan Jaya Soroti Anggaran dan Daerah Konflik 

14 Mei 2026 - 14:43 WIB

20260512

IPMAPAN Sorong Resmi Bentuk Panitia PAB dan HUT Ke-I, Usung Semangat “Bersatu, Bergerak, Maju Bersama”

14 Mei 2026 - 14:19 WIB

IMG 20260513 WA0034

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

14 Mei 2026 - 14:08 WIB

IMG 20260514 WA0014

Kakanwil Kemenag Papua Lantik 44 Pejabat Pengawas, Tegaskan ASN Siap Ditempatkan di Seluruh Wilayah Papua dan DOB

14 Mei 2026 - 14:04 WIB

IMG 20260514 230348
Trending di Headline