Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Papua Tengah Susun Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan untuk 2026, Fokus pada Pemerataan Layanan

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Susun Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan untuk 2026, Fokus pada Pemerataan Layanan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana menggelar kegiatan Pendampingan Penyusunan Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2026, bertempat di auditorium RRI Nabire, Bandara Lama Nabire. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah, terutama di delapan kabupaten yang masih menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. drg. Yohanes Tebai, dijelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan riil tenaga kesehatan di setiap wilayah melalui pendekatan data yang akurat dan terintegrasi.

“Jangan sampai kita kirim mantri ke daerah yang sudah punya mantri, atau turunkan dokter ke tempat yang sudah ada dokter. Tujuan kegiatan ini adalah untuk benar-benar memahami di mana kekurangan itu terjadi,” jelas tebai usai kegiatan kepada awak media.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa proses perencanaan kebutuhan SDM dilakukan melalui aplikasi bernama Renboot (Rencana Kebutuhan), yang memungkinkan kabupaten menginput data aktual dari lapangan.

“Lewat aplikasi ini, kita bisa tahu misalnya Paniai butuh perawat, Dogiyai kekurangan bidan, atau Puncak Jaya kurang tenaga laboratorium. Itu semua harus diisi dengan akurat,” tegasnya.

Proses pendampingan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kabupaten, dinas kesehatan kabupaten, dan tim teknis dari provinsi serta kementerian. Setelah data dihimpun, kabupaten didorong untuk segera mengadvokasikan hasilnya kepada bupati masing-masing.

“Jangan berhenti di perencanaan. Setelah data kekurangan tenaga kesehatan tersedia, PJ-PJ yang ditugaskan harus mengusulkan kepada bupati. Kalau belum bisa dipenuhi di tingkat kabupaten, maka provinsi akan bantu melalui skema yang sesuai. Dan kalau masih belum mencukupi, kita ajukan ke Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Papua Tengah, serta memastikan perencanaan tahun 2026 berbasis kebutuhan nyata, bukan asumsi semata. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ajak Warga Mimika Jaga Toleransi Jelang Hari Besar Keagamaan

16 Februari 2026 - 13:29 WIB

20260105 085727

Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan

16 Februari 2026 - 13:19 WIB

Img 20260216 wa0019

Kasus Penembakan Pilot Smart Air, Satgas ODC Amankan Empat Orang, Dua Diantaranya Teridentifikasi

16 Februari 2026 - 13:12 WIB

Img 20260216 wa0153

Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah

16 Februari 2026 - 13:04 WIB

Img 20260114 wa0029

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri Dirumahnya : Polisi Sebut Tidak Ditemukan Adanya Tanda-tanda Kekerasan

16 Februari 2026 - 13:00 WIB

Img 20260216 wa0148
Trending di Headline