Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Papua Tengah Susun Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan untuk 2026, Fokus pada Pemerataan Layanan

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Susun Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan untuk 2026, Fokus pada Pemerataan Layanan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana menggelar kegiatan Pendampingan Penyusunan Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tahun 2026, bertempat di auditorium RRI Nabire, Bandara Lama Nabire. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah, terutama di delapan kabupaten yang masih menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. drg. Yohanes Tebai, dijelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan riil tenaga kesehatan di setiap wilayah melalui pendekatan data yang akurat dan terintegrasi.

“Jangan sampai kita kirim mantri ke daerah yang sudah punya mantri, atau turunkan dokter ke tempat yang sudah ada dokter. Tujuan kegiatan ini adalah untuk benar-benar memahami di mana kekurangan itu terjadi,” jelas tebai usai kegiatan kepada awak media.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa proses perencanaan kebutuhan SDM dilakukan melalui aplikasi bernama Renboot (Rencana Kebutuhan), yang memungkinkan kabupaten menginput data aktual dari lapangan.

“Lewat aplikasi ini, kita bisa tahu misalnya Paniai butuh perawat, Dogiyai kekurangan bidan, atau Puncak Jaya kurang tenaga laboratorium. Itu semua harus diisi dengan akurat,” tegasnya.

Proses pendampingan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kabupaten, dinas kesehatan kabupaten, dan tim teknis dari provinsi serta kementerian. Setelah data dihimpun, kabupaten didorong untuk segera mengadvokasikan hasilnya kepada bupati masing-masing.

“Jangan berhenti di perencanaan. Setelah data kekurangan tenaga kesehatan tersedia, PJ-PJ yang ditugaskan harus mengusulkan kepada bupati. Kalau belum bisa dipenuhi di tingkat kabupaten, maka provinsi akan bantu melalui skema yang sesuai. Dan kalau masih belum mencukupi, kita ajukan ke Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengatasi ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Papua Tengah, serta memastikan perencanaan tahun 2026 berbasis kebutuhan nyata, bukan asumsi semata. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD Kodim 1710/Mimika Mulai Kerjakan Sumur Bor untuk MCK Umum Gereja Santo Klemenst

14 Mei 2026 - 15:08 WIB

IMG 20260513 WA0041

Apresiasi Rakoor Percepatan Pembangunan Papua, Bupati Intan Jaya Soroti Anggaran dan Daerah Konflik 

14 Mei 2026 - 14:43 WIB

20260512

IPMAPAN Sorong Resmi Bentuk Panitia PAB dan HUT Ke-I, Usung Semangat “Bersatu, Bergerak, Maju Bersama”

14 Mei 2026 - 14:19 WIB

IMG 20260513 WA0034

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

14 Mei 2026 - 14:08 WIB

IMG 20260514 WA0014

Kakanwil Kemenag Papua Lantik 44 Pejabat Pengawas, Tegaskan ASN Siap Ditempatkan di Seluruh Wilayah Papua dan DOB

14 Mei 2026 - 14:04 WIB

IMG 20260514 230348
Trending di Headline