TIMIKA – Produksi untuk telur yang dihasilkan peternak diketahui dalam sehari bisa mencapai 15 ton dan menjadi penyangga bagi kabupaten sekitar.
“Khusus telur untuk dikonsumsi dalam Kabupaten Mimika itu sebanyak 12 atau 13 ton. Sisanya 2 sampai 3 ton itu di kirim ke Kabupaten lain seperti, Asmat, Asgon, Wamena, Yahukimo,” kata Kepala Disnak dan Keswan Mimika, drh. Sabelina Fitriani.
Lanjutnya, saat ini produksi telur ayam masih berada di puncaknya, sehingga yang biasa di 14 ton sekarang mencapai 15 ton perhari.
“Puncak produksi itu terlihat mulai dari bulan Mei hingga saat ini. Kalau mau dibilang over produksi memang, karena kebutuhan di Mimika kurang lebih 12 ton. Namun, untuk kebutuhan di Kabupaten tetangga itu cukup besar bisa antara 2 sampai 3 ton,” ujar Sabelina.
Ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini peternak binaan dari Disnak dan Keswan sampai saat ini kurang lebih ada sekitar 130 peternak
“Dari jumlah tersebut sekitar 22 orang adalah Orang Asli Papua (OAP),” kata Sabelina. (IT)








