TIMIKA – Sekolah Rakyat merupakan inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia emas tahun 2045. Dimana program ini bertujuan untuk menyediakan pendidikan gratis, berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Oleh karena Kabupaten Mimika akan menjadi salah satu daerah di Tanah Papua yang akan dibangun Sekolah Rakyat.
Hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Jayapura, John Mampioper saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPRK Mimika, yang berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRK Mimika, Rabu (25/06/2025).
Disampaikan John bahwa untuk Kabupaten Mimika seyogyanya telah mengusulkan surat permohonan melalui Dinas Sosial Mimika. Namun ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi, salah satunya proposal Sekolah Rakyat yang harus disampaikan langsung oleh kepala daerah.
“Nantinya Bupati Mimika yang akan menyampaikan proposal kepada Kementerian Sosial, kemudian akan dijawab dengan penerbitan SK penetapan Mimika sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Lanjutnya, jika semua dokumen dan proposal sudah memenuhi syarat dan kriteria, maka untuk Kabupaten Mimika pembangunan sekolah direncanakan akan dimulai September tahun 2025.
“Memang pada skema pertama Kabupaten Mimika tidak terdaftar, maka Mimika akan masuk pada skema kedua dengan pembangunan di tahun ini untuk tahun ajaran 2026,” kata Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI Jayapura.
Ia menambahkan, untuk kesiapan lahan, Pemkab Mimika telah lolos verifikasi dengan menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Oleh karena diharapkan Bupati Mimika dapat segera mempersiapkan proposal Sekolah Rakyat agar pembangunan Sekolah segera dilakukan.
Dengan adanya hal tersebut, Ketua Komisi III DPRK Mimika, Herman Gafur sangat mendukung, karena diprediksi dapat mendorong dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap daerah.
“Memang untuk di skema pertama Mimika tidak masuk dalam pembangunan Sekolah Rakyat, namun kami dari Komisi III mendorong agar di skema kedua Mimika dapat menyelesaikan semua persyaratan administrasi sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat dilakukan,” ungkapnya. (IT)






