NABIRE — Komitmen nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Papua Tengah kembali ditunjukkan melalui peletakan batu pertama pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan oleh Yayasan TALITAKUM Mandiri Nabire, yang berlokasi di Jalur 4 SP 2, Kabupaten Nabire, pada Kamis, 6 Juni 2025.
Pusat pendidikan ini dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak akan akses pendidikan dan pelayanan sosial yang layak, khususnya bagi anak-anak dan pemuda Papua.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah yang menyambut baik inisiatif lembaga swadaya seperti Yayasan TALITAKUM Mandiri dalam memperkuat pondasi pembangunan manusia di Papua Tengah.
Pendiri Yayasan TALITAKUM Mandiri, Nicodemus Rahanra, yang juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Informatika di Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, menjelaskan bahwa nama TALITAKUM diambil dari Alkitab, yang berarti “Bangunlah” atau “Bangkitlah”, sebagai simbol ajakan untuk bangkit melalui pendidikan dan pelayanan sosial.
“Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tapi langkah awal membangun hati dan masa depan Papua dengan pendekatan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (14/6/2025).
Yayasan ini mengusung visi: “Membangun Papua dengan Hati melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pelayanan Sosial yang Inklusif dan Berkeadilan”.
Dengan misi untuk menyediakan pendidikan berkualitas, mengembangkan program sosial bagi keluarga kurang mampu dan anak yatim, serta menerapkan teknologi dan inovasi dalam setiap programnya. (MB)








