NABIRE – Sebanyak 59 peserta didik Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) asal Papua Tengah tiba di Nabire dan secara resmi diserahkan kembali kepada orang tua mereka dalam sebuah acara penyambutan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Kamis, (12/6/2025).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Tim Puslabdik Kementerian Pendidikan, Koordinator ADEM Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Bapak Teguh Prastowo dan rombongan, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, serta pejabat dan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Rita Dessy Fauziah Ananda, menyampaikan rasa bangga dan haru atas kembalinya para siswa-siswi yang telah menuntaskan pendidikan di luar daerah melalui program ADEM.
“Anak-anakku yang saya cintai, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah kelahiran kalian. Kalian adalah duta-duta muda Papua Tengah yang membawa semangat belajar, semangat perubahan, dan semangat persatuan dari luar wilayah kita,” ucap Kadis Rita dalam sambutannya.
Program ADEM, lanjutnya, bukanlah program biasa. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas yang setara bagi anak-anak Papua. Para peserta telah mengikuti pendidikan di berbagai sekolah di Provinsi Jawa Timur dan dibekali tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga wawasan kebangsaan, keterampilan hidup, serta pengalaman sosial yang membentuk kedewasaan mereka.
“Kami bangga dengan keberhasilan kalian. Kalian telah mampu menghadapi tantangan, beradaptasi dalam lingkungan baru, dan menunjukkan bahwa anak-anak Papua Tengah dapat maju, mandiri, dan bermartabat,” tambahnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan pendidikan para siswa, baik pada jenjang berikutnya maupun dalam pengembangan potensi lainnya. Kadis Rita juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua, guru, dan pihak-pihak yang telah mendampingi para siswa selama mengikuti program ini.
Diketahui dari total 59 peserta, tiga di antaranya tiba lebih awal karena alasan khusus: satu siswa karena sakit, satu karena berduka atas meninggalnya orang tua, dan satu lainnya karena mengikuti tes lanjutan.
Acara penyambutan ini ditutup dengan semangat kolaboratif seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan demi pendidikan yang lebih baik di Tanah Papua.
“Papua Tengah Bangkit, Papua Tengah Cerdas, Papua Tengah Berdaya!” seru Kadis Rita menutup sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin. (MB)






