Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Lapas Kelas IIB Nabire Kembali Disorot: 19 Napi Kabur, Polisi Temukan Sajam dan Atribut Separatis

Etty Welerbadge-check


					Lapas Kelas IIB Nabire Kembali Disorot: 19 Napi Kabur, Polisi Temukan Sajam dan Atribut Separatis Perbesar

NABIRE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire kembali menjadi sorotan publik setelah kaburnya 19 narapidana dalam insiden yang memicu kekhawatiran luas soal lemahnya pengawasan dan keamanan di balik jeruji besi.

Dalam operasi gabungan yang digelar pasca-pelarian, aparat kepolisian mengungkap sejumlah temuan mengejutkan. Sedikitnya 39 unit telepon genggam ilegal, beberapa senjata tajam (sajam), serta atribut yang diduga terkait dengan gerakan separatis, termasuk simbol Bintang Kejora, ditemukan di dalam lingkungan lapas.

“Temuan ini sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius. Selain menunjukkan lemahnya pengawasan, juga berpotensi menimbulkan ancaman terhadap stabilitas keamanan,” ujar seorang pejabat kepolisian yang terlibat dalam operasi pada Selasa, (3/6/2025)

Dugaan sementara menyebutkan bahwa pelarian 19 narapidana telah direncanakan secara matang. Beberapa di antaranya merupakan pelaku kasus kriminal berat, sementara sebagian lainnya disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan jaringan separatisme di wilayah Papua.

Publik pun mulai mempertanyakan kemungkinan keterlibatan oknum petugas dalam kelonggaran pengawasan yang memungkinkan insiden tersebut terjadi. Sorotan tajam mengarah pada sistem keamanan dan integritas aparat pemasyarakatan di Lapas Nabire.

Desakan kepada Kementerian Hukum dan HAM RI, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, untuk melakukan evaluasi menyeluruh pun semakin menguat. Sejumlah organisasi masyarakat sipil turut menyerukan dilakukannya audit total terhadap seluruh fasilitas pemasyarakatan di wilayah Papua Tengah, termasuk pemeriksaan terhadap potensi penyalahgunaan wewenang oleh petugas lapas.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap para narapidana yang belum tertangkap. Penjagaan di sekitar area Lapas Nabire juga diperketat guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak terkait untuk segera membenahi sistem pengamanan serta memperkuat pengawasan internal di seluruh lembaga pemasyarakatan, khususnya di wilayah rawan seperti Papua. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Tahun Melangkah Bersama: TK Santa Theresia Keniapa Wisudakan Angkatan Kelima, Selempang dan Tongkat Jadi Simbol Kesiapan Menuju Masa Depan

7 Juni 2026 - 10:14 WIB

IMG 20260607 WA0053

Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga 

7 Juni 2026 - 10:08 WIB

IMG 20260607 WA0194

Pemkab Mimika dan PTFI Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Sinergi Kunci Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 10:05 WIB

IMG 20260607 WA0046

Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 Dorong UMKM Papua Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

7 Juni 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260607 WA0032

Sosialisasi WHO 2026 Dorong UMKM Papua Percepat Sertifikasi Halal

7 Juni 2026 - 09:50 WIB

IMG 20260607 WA0030
Trending di Headline