Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Peran Strategis MRP: Jaga Budaya, Perkuat Identitas Papua

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Tegaskan Peran Strategis MRP: Jaga Budaya, Perkuat Identitas Papua Perbesar

NABIRE — Rapat Kerja Asosiasi Majelis Rakyat Papua (MRP) se-Tanah Papua resmi digelar pada Senin-Selasa, 26–27 Mei 2025, bertempat di Ballroom Gubernur Provinsi Papua Tengah, Bandara Lama, Nabire. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan MRP sebagai representasi kultur dan identitas Orang Asli Papua (OAP).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari seluruh Tanah Papua, antara lain para pimpinan MRP dari lima provinsi, pimpinan Pokja Sehat Tanah Papua, Koordinator BP3 UKP, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pejabat tinggi pratama dari lingkungan pemerintah daerah. Selain itu, hadir pula para rektor dan akademisi dari Universitas Cenderawasih dan Universitas Papua, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, dan tamu undangan lainnya.

Gubernur Papua Tengah, selaku Ketua Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan manusia Papua sebagai subjek utama pembangunan. Ia berharap MRP dapat memainkan peran strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan tertib, tidak hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga lewat nilai-nilai budaya, adat, dan kekerabatan.

“MRP harus hadir sebagai jembatan yang menyatukan semua elemen masyarakat dari akar rumput ke pengambil kebijakan, demi membangun rasa saling percaya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti degradasi nilai budaya, termasuk maraknya praktik jual beli marga untuk kepentingan politik, yang menurutnya mengancam jati diri OAP. Gubernur mengingatkan bahwa kekhususan yang dimiliki Papua harus dimanfaatkan untuk mempertahankan identitas, bukan sebaliknya.

“Orang Papua boleh miskin secara materi, tapi tidak boleh kehilangan harga diri. Dari sanalah kekuatan identitas kita berasal,” tegasnya.

Dalam konteks modernisasi yang cepat, Gubernur menekankan bahwa MRP harus menjadi penjaga nilai sekaligus agen transformasi budaya agar tetap relevan. Ia juga mendorong MRP terlibat aktif dalam pengawalan regulasi, terutama menyangkut Otonomi Khusus dan penguatan lembaga adat.

Ia menutup sambutan dengan mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam satu visi besar: Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera. “Kita bukan pewaris, kita adalah perintis. Mari letakkan fondasi proteksi dan keberlanjutan OAP di atas tanah ini,” tutupnya.

Rapat kerja selama dua hari ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi penguatan peran MRP sebagai lembaga kultural yang adaptif, relevan, dan berakar kuat pada jati diri Papua. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Mimika Gandeng Basarnas & TNI-Polri, Bekali Satlinmas Amar Jadi Garda Terdepan Tangani Bencana dan Keamanan

29 Mei 2026 - 23:34 WIB

IMG 20260529 184259

Dr. Abraham Kateyau Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PASI Mimika Periode 2026–2030

29 Mei 2026 - 13:39 WIB

IMG 20260529 WA0031

Perhatikan Kebutuhan ASN, Bupati dan Wabup Mimika Sumbangkan Dua Sapi Kurban dari Uang Pribadi

29 Mei 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260529 221458

AZKO Hadir di Timika Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

29 Mei 2026 - 12:43 WIB

IMG 20260529 WA0020

SAPA Foundation Gelar English Competition bagi Pelajar di Deiyai

29 Mei 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260529 WA0028
Trending di Headline