NABIRE — Musyawarah Daerah (Musda) Ke-1 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Papua Tengah yang berlangsung pada 15–16 Mei 2025 di Aula Rumah Sakit Daerah Papua Tengah, Nabire, menjadi momentum penting dalam penguatan profesi bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Salah satu isu krusial yang disoroti dalam kegiatan ini adalah tingginya kasus HIV/AIDS di Papua Tengah dan urgensi penanganannya secara terintegrasi.
Dalam sambutannya saat membuka Musda, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa para bidan memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penularan HIV, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan bayi yang baru lahir.
“Kami menghadapi kenyataan pahit bahwa angka HIV di Papua Tengah, termasuk di Nabire, sangat tinggi. Jika ibu hamil tidak terdeteksi sejak dini, maka anak yang dikandungnya berisiko besar tertular. Di sinilah peran bidan menjadi sangat vital—sebagai pendamping kehamilan dan penjaga generasi masa depan,” tegas Sekda.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan terus mendukung peningkatan kapasitas para bidan, termasuk dalam deteksi dini, konseling, dan pendampingan pasien HIV/AIDS, sebagai bagian dari strategi daerah untuk menekan laju epidemi.
“Kami butuh kolaborasi erat antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan organisasi profesi seperti IBI. Bidan tidak hanya bertugas membantu persalinan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Dengan mengangkat tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti,” Musda ini mempertegas pentingnya pelayanan kebidanan yang tanggap terhadap data dan realitas lapangan—termasuk dalam isu HIV.
Ketua Umum IBI Pusat, Dr. Ade Jubaedah, dalam arahannya juga mendorong pengurus daerah yang baru untuk menjadikan isu HIV sebagai prioritas kerja:
“Kita tidak bisa menutup mata. Bidan harus hadir dengan pendekatan profesional dan berbelas kasih dalam menangani pasien HIV, terutama dalam upaya pencegahan dari ibu ke anak,” ujarnya.
Ketua terlantik IBI Papua Tengah, Bdn. Agnes Tiga, menyatakan bahwa di bawah kepemimpinannya, organisasi akan memperkuat peran bidan dalam edukasi HIV di masyarakat dan memastikan deteksi dini dilakukan dalam setiap layanan kehamilan.
“Kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan mitra lainnya agar setiap bidan dibekali dengan keterampilan dan informasi terkini dalam penanganan HIV/AIDS,” katanya.
Musda I IBI Papua Tengah diakhiri dengan pelantikan resmi pengurus masa bakti 2023–2028 dan penyusunan rencana strategis organisasi lima tahun ke depan, dengan penanganan HIV/AIDS menjadi salah satu program prioritas. (MB)








