TIMIKA — Dalam suasana penuh sukacita tahbisan Uskup Keuskupan Timika yang kedua di Tanah Papua, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A, Gubernur Papua Tengah menyampaikan apresiasi tinggi serta harapan besar atas pelayanan gerejawi yang akan dijalankan oleh gembala baru tersebut di Tanah Papua.
“Saya selaku Gubernur Papua Tengah mengapresiasi pengangkatan seorang pastor asli Papua yang kedua yaitu Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A menjadi Uskup Keuskupan Timika. Dan pada kesempatan ini juga, saya mewakili seluruh rakyat Papua Tengah, lebih khusus dan Tanah Papua pada umumnya, menyampaikan selamat atas tahbisan Uskup Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A oleh Nuncio Apostolik, Mgr. Piero Pioppo, menjadi Uskup kedua di Keuskupan Timika dengan moto ‘Ego Sum Ostium’ atau ‘Aku adalah Pintu’, yang mengandung makna bahwa Yesus Kristus adalah jalan menuju keselamatan dan hubungan dengan Allah,” ungkap Gubernur dalam sambutannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah dalam sambutannya bertempat di Gereja Katolik Katerdal Tiga Raja Timika, Papua Tengah, pada rabu, (14/5/2025)
Gubernur juga menegaskan pentingnya kerja sama erat antara Gereja dan pemerintah dalam pelayanan masyarakat di wilayah Papua Tengah yang mencakup 8 kabupaten dengan kondisi geografis yang menantang, dari wilayah pesisir hingga pegunungan bersalju, serta keberagaman suku, bahasa, dan budaya.
Sebagai kepala pemerintahan dan wakil Allah dalam tugas kenegaraan, Gubernur Papua Tengah menyampaikan harapan mendalam kepada Uskup Bernardus untuk menjadi pemersatu umat dan penggerak semangat pelayanan lintas batas.
“Berdasarkan moto tahbisan Bapak Uskup bahwa ‘Aku adalah Pintu’, saya berharap agar Bapak Uskup dan kita semua menjadi pintu keselamatan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pintu pembawa kedamaian dalam situasi konflik, dan dalam berbagai bidang yang lainnya. Juga kiranya dapat menunjukkan komitmen untuk menjadi pemimpin dan gembala yang melayani, gembala yang beraroma tungku api, yang membawa kehangatan mulai dari keluarga dan bersama orang lain serta menuntun dan mengarahkan umat pada jalan keselamatan, kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menggarisbawahi bahwa Keuskupan Timika dan seluruh umatnya tidak hanya menjadi tanggung jawab rohani Uskup Bernardus, tetapi juga bagian dari gereja universal dan masyarakat multietnis yang hidup berdampingan di wilayah Papua Tengah dan Papua.
Gubernur juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada mendiang Uskup pertama Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr., atas fondasi pelayanan yang telah diletakkan dengan semangat cinta kasih, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap pendidikan serta budaya lokal.
“Kini engkau sudah berbahagia di surga, namun karyamu akan selalu kami kenang. Engkau sudah meletakkan dasar dan tiang Keuskupan Timika. Engkau telah merangkul semua tim pastoral untuk berjalan bersama dengan kasih dan rendah hati, serta menyapa umat tanpa membedakan kelas dan golongan. Engkau juga sangat peduli terhadap pendidikan dengan inspirasimu yang khas: ‘Pendidikan merupakan tungku api yang harus tetap menyala bagi masyarakat, lebih khusus masyarakat lokal’,” ucapnya.
Sebagai penutup, Gubernur menyampaikan penghargaan kepada Pastor Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr. yang telah memimpin sementara selama kekosongan tahta uskup dan tetap setia menggembalakan umat. (MB)








