MIMIKA – Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Tengah Wilhelmus Pigai, bersama peneliti independen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan, Weak Lay, menggelar kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat di SP3 Karang Senang, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (24/4/2025). Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 warga dan berlangsung mulai pukul 15.00 WIT.
Dalam paparannya, Wilhelmus Pigai menegaskan pentingnya dasar hukum UUD 1945 dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua sebagai legitimasi kuat untuk memperjuangkan model ekonomi berbasis komunitas. Ia menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengurangi ketidakadilan sosial, memulihkan kedaulatan ekonomi masyarakat adat, serta mengoptimalkan potensi lokal seperti kopi Wamena, sagu, dan ekowisata budaya.
Senada dengan itu, Weak Lay menambahkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara sistematis melalui penguatan koperasi dan UMKM, pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas, pembangunan infrastruktur pendukung, diversifikasi ekonomi, perluasan akses pasar, perlindungan hak adat, serta pendidikan ekonomi sejak dini.
“Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan akan membawa Papua Tengah ke arah masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan. Sebaliknya, pengabaian terhadap upaya ini hanya akan memperparah ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan,” ujar Weak Lay di hadapan peserta.
Acara berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab, di mana masyarakat aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan mereka. Untuk mendukung partisipasi, panitia menyediakan snack dan penggantian biaya transportasi kepada peserta. Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, mempererat hubungan antara masyarakat dan para narasumber.






