Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

ULMWP Berduka, Paus Fransiskus, Bapa Pembela Kaum Miskin dan Tertindas, Telah Berpulang

adminbadge-check


					ULMWP Berduka, Paus Fransiskus, Bapa Pembela Kaum Miskin dan Tertindas, Telah Berpulang Perbesar

JAYAPURA – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025), bertepatan dengan perayaan Paskah Kedua umat Kristiani.

Kepergian Bapa Suci dianggap sebagai kehilangan besar bagi umat Katolik dan seluruh umat manusia yang memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kemanusiaan.

Dalam pernyataannya, ULMWP menyebut Paus Fransiskus sebagai sosok gembala sejati yang sepanjang hidupnya menunjukkan wajah Kristus melalui keberpihakan pada kaum miskin, tersisih, dan tertindas. Ia dikenang sebagai tokoh moral yang konsisten menyuarakan keadilan melawan keserakahan elit penguasa dan oligarki global.

Dua ensiklik penting Paus Fransiskus yang dikenang luas oleh umat dunia, yaitu Laudato Si’ (2015), yang menyerukan kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama, serta Fratelli Tutti, yang menekankan pentingnya solidaritas dan dialog dalam menghadapi egoisme dan kekerasan.

Presiden Eksekutif ULMWP, Menase Tabuni, mengatakan bahwa dunia telah kehilangan seorang bapa yang memperjuangkan kaum kecil.

“Paus Fransiskus akan dikenang sebagai Bapa Gereja yang sederhana, tulus, dan selalu mempromosikan keadilan, perdamaian, dan harapan bagi kaum lemah,” ujarnya dalam rilis resmi. Senin, (21/04/2025).

Keberpihakan Paus Fransiskus terhadap kelompok minoritas juga terlihat dalam kunjungan apostoliknya ke Pulau Nugini pada September 2024, mencakup Port Moresby, Vanimo, dan Baros. Kehadirannya di wilayah ini menjadi suara profetik yang menegur keras praktek-praktek eksploitatif elit politik dan investor yang merusak lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

Wakil Presiden Eksekutif ULMWP, Octovianus Mote, juga menyampaikan belasungkawa.

“bukan hanya umat Katolik, tapi umat manusia telah kehilangan pemimpin yang sederhana dan setia bekerja demi mereka yang menderita,” ungkapannya.

Ia menambahkan bahwa Paus Fransiskus menunjukkan perhatian serius terhadap isu genosida dan ekosida yang dialami rakyat West Papua.

ULMWP mengajak seluruh rakyat West Papua untuk mengangkat doa kepada Kristus, Sang Gembala Agung, agar menerima Paus Fransiskus dalam perjamuan abadi di surga. ULMWP juga berharap agar prosesi pemakaman Paus berjalan lancar dalam kasih dan kerahiman Tuhan.

ULMWP menyampaikan harapan agar Paus pengganti nantinya melanjutkan warisan dan semangat keberpihakan terhadap kaum tertindas, termasuk menyuarakan penderitaan rakyat West Papua yang masih menghadapi ancaman genosida, ekosida, dan etnosida.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Nabire Bangkitkan Semangat Membaca Generasi Muda

17 Mei 2026 - 12:19 WIB

IMG 20260517 WA0037

Kajati Papua Tiba di Nabire, Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Pemprov Papua Tengah

17 Mei 2026 - 11:56 WIB

IMG 20260517 WA0029

Dinas Perpustakaan Paniai Ucapkan Selamat HUT Perpusnas RI ke-46, Dorong Literasi hingga Pelosok Papua

17 Mei 2026 - 11:45 WIB

IMG 20260517 WA0026

Hilal 1 Zulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Papua

17 Mei 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260517 WA0014

HUT Pattimura ke-209 di Nabire Ditutup dengan “Makan Patita”, Simbol Persaudaraan Tanpa Sekat

17 Mei 2026 - 11:27 WIB

IMG 20260517 WA0019
Trending di Headline