Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Konflik Papua dan Salib Sosial, ini Pesan Jumat Agung dari Uskup Bernardus

adminbadge-check


					Konflik Papua dan Salib Sosial, ini Pesan Jumat Agung dari Uskup Bernardus Perbesar

TIMIKA — Di tengah suasana khidmat Misa Jumat Agung di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Jumat (18/4), Uskup terpilih Keuskupan Timika, Mgr. Dr. Bernardus Bofitwos Baru, mengangkat suara yang menggetarkan hati banyak umat. Bukan hanya karena ia berbicara tentang penderitaan Yesus 2000 tahun silam, tetapi karena ia menyingkap luka nyata yang masih menganga di tanah Papua hingga hari ini.

“Konflik bersenjata selama puluhan tahun di tanah Papua bukan sekadar persoalan politik semata. Ini soal kepentingan, investasi, dan eksploitasi sumber daya alam. Dan yang paling menderita adalah masyarakat adat yang kehilangan segalanya—tanah, hutan, bahkan hidup mereka,” ujar Mgr. Bernardus dalam homilinya.

Dalam pesan yang menggugah, Uskup kelahiran Papua itu mengajak umat Katolik dan Kristen untuk merenungi makna sejati Paskah. “Apakah Paskah hanya seremoni tahunan? Atau kita benar-benar berani bersuara seperti Kristus, yang meskipun diperlakukan tidak adil, tetap menyuarakan kebenaran dengan kasih?” katanya penuh tanya.

Ia mengingatkan bahwa salib bukan hanya simbol penderitaan, tapi juga cinta Allah yang sempurna. “Kita sering menghindari salib hidup kita. Namun, justru di situlah kita dipanggil untuk turut memikul salib sesama—yakni sistem yang menindas, merampas hak, dan membungkam suara kebenaran,” tambahnya.

Mgr. Bernardus menyinggung pemikiran teolog pembebasan asal Amerika Latin, Ignacio Ellacuría, SJ, yang menggambarkan masyarakat tertindas sebagai “umat yang disalibkan.” Menurutnya, situasi itu paralel dengan kondisi Papua hari ini. “Rakyat Papua adalah umat yang disalibkan oleh sistem yang rakus. Banyak di antara mereka menjadi pengungsi di negeri sendiri akibat konflik bersenjata yang dilanggengkan oleh berbagai kepentingan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak Program Strategis Nasional (PSN) di Merauke yang mencaplok dua juta hektare tanah masyarakat adat. “Itu bukan pembangunan, itu perampasan ruang hidup. Dalam sekejap, mereka kehilangan budaya, identitas, bahkan jalan hidup,” ucapnya.

Tak hanya menggugah hati dengan analisis sosial, Mgr. Bernardus juga menyampaikan seruan rohani. Ia mengajak umat untuk tidak menjadi “Yudas-Yudas baru” yang diam di hadapan ketidakadilan. “Kalau kita tidak berani bersuara, kita ikut ambil bagian dalam penyaliban Kristus di masa kini,” ujarnya.

Misa Jumat Agung juga berlangsung penuh penghayatan di Paroki Santo Stefanus Sempan, Timika. Dalam khotbahnya, Pastor RP Gabriel Ngga, OFM menekankan bahwa Jalan Salib bukan sekadar kisah masa lalu, tapi jalan kehidupan hari ini. “Yesus tetap setia pada misi cinta-Nya meski harus mati. Kita juga dipanggil setia melawan ketidakadilan dengan kasih dan pengampunan,” ujarnya.

Pastor Gabriel menutup dengan ajakan agar Jumat Agung menjadi momen transformasi: dari kebencian menjadi kasih, dari dendam menjadi pengampunan. “Iman yang sejati harus aktif, bukan diam. Dalam dunia yang penuh luka, Kristus memanggil kita untuk menyembuhkan,” katanya.

Paskah tahun ini, menurut Mgr. Bernardus, adalah momentum bagi Gereja untuk hadir nyata di tengah luka Papua. Ia mengajak seluruh umat untuk berdoa demi terwujudnya dialog dan perdamaian. “Kita ini manusia bermartabat, diciptakan menurut citra Allah—bukan boneka kekuasaan dan kapital. Mari berharap agar Paskah ini membawa terang bagi masa depan tanah Papua,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Buku Nasional, Pegiat Literasi di Nabire Bangkitkan Semangat Membaca Generasi Muda

17 Mei 2026 - 12:19 WIB

IMG 20260517 WA0037

Kajati Papua Tiba di Nabire, Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Pemprov Papua Tengah

17 Mei 2026 - 11:56 WIB

IMG 20260517 WA0029

Dinas Perpustakaan Paniai Ucapkan Selamat HUT Perpusnas RI ke-46, Dorong Literasi hingga Pelosok Papua

17 Mei 2026 - 11:45 WIB

IMG 20260517 WA0026

Hilal 1 Zulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Papua

17 Mei 2026 - 11:33 WIB

IMG 20260517 WA0014

HUT Pattimura ke-209 di Nabire Ditutup dengan “Makan Patita”, Simbol Persaudaraan Tanpa Sekat

17 Mei 2026 - 11:27 WIB

IMG 20260517 WA0019
Trending di Headline