Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Meningkatnya Jumlah Pertumbuhan Penduduk, Prof Hironimus Taime : Perlu Pemekaran Wilayah

Etty Welerbadge-check


					Meningkatnya Jumlah Pertumbuhan Penduduk, Prof Hironimus Taime : Perlu Pemekaran Wilayah Perbesar

TIMIKA – Meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk di wilayah Kabupaten Mimika setiap tahun perlu didukung dengan pemekaran wilayah. Hal tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih efektif dan efesien, serta pemerataan pembangunan.

Seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat di Kampung Keakwa Lama, serta beberapa wilayah di dalam kota dengan kepadatan penduduk perlu untuk di mekarkan

“Memang mereka sudah buat dua pemukiman sudah lama Pemda harus mekarkan itu, mungkin ditambah dengan yang lain-lain lagi,” kata Tokoh Intelektual Kabupaten Mimika Prof. Hironimus Taime, SE, M. BA yang juga mantan Kadistrik Mimika Baru, Sabtu (26/10/2024).

Menurut Mantan Kadistrik Mimika Baru, pemekaran kampung dan distrik perlu dilakukan oleh Pemkab Mimika terhadap beberapa wilayah yang jumlah pertumbuhan penduduk yang banyak dengan tingkat kepadatan penduduk, sehingga bisa meningkatkan efektivitas pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan di tingkat lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena kondisi masyarakat sudah berkembang terus pemukiman sudah terbagi begitu harus didukung. Pemekaran kampung itu penting, karena kondisi alam, masyarakat jadi inikan sudah beberapa tahun kampung itu sudah terbagi jadi pemerintah harus dibantu,” jelas Mantan Kadistrik Mimika Baru.

Sama halnya dengan beberapa wilayah di Mimika seperti di Mimika baru dulu diakukan pemekaran kampung agar supaya pelayanan kepada masyarakat lebih didekatkan lagi. Salah satu contoh wilayah didepan SMA N1, dan dibelakang belakang SMA N1 perlu dimekarkan dari kampung Nawaripi.

“Wilayah dibelakang SMA N1 itu jjangan gabung dengan Nawaripi, kita harus lihat sesuai dengan pertumbuhan penduduk,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline