TIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak seluruh masyarakat, lebih khusus umat Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua di wilayah Klasis Mimika, agar mengambil bagian dalam menyukseskan Konferensi Kota Toleransi (KKT) II yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Menurut Rettob, kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah konferensi tersebut, merupakan momentum penting untuk menunjukkan kepada Indonesia bahwa masyarakat di daerah ini mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Hal itu disampaikan Rettob saat menghadiri ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 GKI di Tanah Papua, Klasis Mimika, Senin (26/10/2026).
“Ya, kepercayaan menjadikan Mimika sebagai tuan rumah KKT ke-2 merupakan pengakuan atas kerukunan, toleransi, dan keharmonisan masyarakat yang hidup dalam keberagaman,” ujar Rettob.
Ia menjelaskan, KKT II yang melibatkan perwakilan dari 548 kabupaten dan kota di Indonesia, menjadi kesempatan bagi Mimika untuk memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.
Karena itu, Rettob berharap umat GKI bersama seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan nyata agar penyelenggaraan konferensi berjalan sukses. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat sebagai tuan rumah.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk memperlihatkan bahwa Mimika merupakan daerah yang aman, damai, serta terbuka terhadap perbedaan suku, agama, dan budaya.
KKT II Jadi Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Selain menjadi ajang memperkuat citra Mimika sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, Rettob menilai penyelenggaraan KKT II juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan membuka peluang bagi sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas usaha mereka.
Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar manfaat penyelenggaraan konferensi tidak hanya dirasakan dari sisi kerukunan sosial, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Karena itu, mari kita dukung konferensi ini dan manfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pesannya.
Rettob berharap dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk umat GKI di Tanah Papua, dapat menjadi kekuatan bersama dalam menyukseskan KKT II sekaligus memperkuat semangat toleransi dan membawa manfaat bagi kemajuan Kabupaten Mimika. (Cr2)






