Menu

Mode Gelap
HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

Headline

Temui Langsung Dua Kubu di Kwamki Narama, Kapolda Minta Hentikan Pertikaian

Etty Welerbadge-check


					Temui Langsung Dua Kubu di Kwamki Narama, Kapolda Minta Hentikan Pertikaian Perbesar

TIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare menemui langsung masing-masing kubu yang bertikai di Kwamki Narama pada Kamis (13/11/2025).

Di tengah-tengah baik itu di kubu bawah maupun atas, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kehadiran di tengah-tengah kedua kubu ini sebagai upaya memberikan pencerahan agar pertikaian ini dihentikan, dan mari sama-sama mencari solusi yang terbaik.

“Saya minta stop berperang, tidak boleh lagi saling membalas. Kita hadir disini ini untuk mendengar masukan-masukan atau penyampaian sehingga kita akan tentukan langkah-langkah untuk penyelesaian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang pendeta.

“Saya bisa merasakan itu dari pernyataan kelurga korban. Tetapi sebagai manusia kita harus ingat bahwa kita tidak diberikan kuasa oleh Tuhan untuk membunuh, karena hidup kita ini adalah Tuhan yang punya,”ucap Brigjen Pol Alfred.

Lanjutnya,”Saya yakin, kalau saja almarhum Pendeta hadir saat ini beliau tidak akan menginginkan nyawanya dibalas. Jadi saya mohon hentikan peperangan ini,” sambung Kapolda Papua Tengah.

Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten Puncak, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pendeta, serta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam penyelesaian pertikaian.

“Saya juga mau sampaikan bahwa masyarakat kedua belah pihak yang bertikai ini adalah masyarakat dari Puncak bukan masyarakat dari Kabupaten Mimika. Jadi saya berharap mari kita hentikan perang ini, karena kalau perang lagi pasti ada korban,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, yang mana pada intinya pertikaian ini dihentikan dan mari bersama-sama lakukan proses perdamaian.

Perlu diketahui kehadiran Kapolda Papua Tengah didampingi langsung Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman serta sejumlah PJU lainnya.

Hadir juga Kadistrik Kwamki Narama, Edwin Naftali Hanuebi, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong dan para tokoh agama dan masyarakat. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ramaikan Hari UMKM Nasional & HUT RI ke-81, Ratusan Pelaku Usaha Lokal Mimika Siap Tampilkan Produk Unggulan

28 Juli 2026 - 10:56 WIB

IMG 20260728 WA0041

Puskesmas Kebo II Paniai Gelar Kelas Ibu Hamil Dan Balita Serta Bagikan Bubur 

28 Juli 2026 - 10:42 WIB

IMG 20260728 WA0039

Pemkab Deiyai Perkuat Nilai Iman ASN Melalui Ibadah Oikumene Bulan Juli

28 Juli 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260728 WA0083

Tiga Pemerintah Daerah Bersinergi Bayar Lahan PLTD Deiyai Rp3 Miliar, Dukung Keandalan Pasokan Listrik

28 Juli 2026 - 10:23 WIB

IMG 20260728 WA0078

Disperindag Mimika Ancam Tutup Pangkalan Minyak Tanah yang Tolak Layani Masyarakat

28 Juli 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260728 WA0090
Trending di Headline