Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Temui Langsung Dua Kubu di Kwamki Narama, Kapolda Minta Hentikan Pertikaian

Etty Welerbadge-check


					Temui Langsung Dua Kubu di Kwamki Narama, Kapolda Minta Hentikan Pertikaian Perbesar

TIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare menemui langsung masing-masing kubu yang bertikai di Kwamki Narama pada Kamis (13/11/2025).

Di tengah-tengah baik itu di kubu bawah maupun atas, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kehadiran di tengah-tengah kedua kubu ini sebagai upaya memberikan pencerahan agar pertikaian ini dihentikan, dan mari sama-sama mencari solusi yang terbaik.

“Saya minta stop berperang, tidak boleh lagi saling membalas. Kita hadir disini ini untuk mendengar masukan-masukan atau penyampaian sehingga kita akan tentukan langkah-langkah untuk penyelesaian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolda juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa, termasuk seorang pendeta.

“Saya bisa merasakan itu dari pernyataan kelurga korban. Tetapi sebagai manusia kita harus ingat bahwa kita tidak diberikan kuasa oleh Tuhan untuk membunuh, karena hidup kita ini adalah Tuhan yang punya,”ucap Brigjen Pol Alfred.

Lanjutnya,”Saya yakin, kalau saja almarhum Pendeta hadir saat ini beliau tidak akan menginginkan nyawanya dibalas. Jadi saya mohon hentikan peperangan ini,” sambung Kapolda Papua Tengah.

Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten Puncak, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang pendeta, serta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan dalam penyelesaian pertikaian.

“Saya juga mau sampaikan bahwa masyarakat kedua belah pihak yang bertikai ini adalah masyarakat dari Puncak bukan masyarakat dari Kabupaten Mimika. Jadi saya berharap mari kita hentikan perang ini, karena kalau perang lagi pasti ada korban,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, yang mana pada intinya pertikaian ini dihentikan dan mari bersama-sama lakukan proses perdamaian.

Perlu diketahui kehadiran Kapolda Papua Tengah didampingi langsung Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman serta sejumlah PJU lainnya.

Hadir juga Kadistrik Kwamki Narama, Edwin Naftali Hanuebi, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong dan para tokoh agama dan masyarakat. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembukaan Turnamen Futsal HUT RI ke-81 Deiyai Digelar Besok, ASN Diajak Ramaikan Kegiatan

14 Juli 2026 - 13:23 WIB

IMG 20260714 WA0182

Papua Tengah Perkuat Basis Data Industri, Tim Provinsi Lakukan Pendataan Tenaga Kerja di Deiyai

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260714 WA0179

DPMK Deiyai Perkuat Program Ekina Tonawi, 67 Kampung Kembali Terima Bantuan Pakan Ternak Babi

14 Juli 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260714 WA0175

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156
Trending di Headline