TIMIKA – Personel Satgas Koops TNI Habema yang terdiri dari Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Balamai Atas, Distrik Hitadipa, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah Balamai Atas. Personel kemudian melakukan pemantauan dan pengecekan situasi guna memastikan kondisi keamanan serta mencegah potensi gangguan terhadap masyarakat.
Dalam pelaksanaan pengamanan, terjadi kontak senjata antara personel Satgas Koops TNI Habema dengan kelompok bersenjata. Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua orang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sementara dua lainnya dilaporkan terjatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.
Setelah situasi dapat dikendalikan, personel melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi dan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kelompok bersenjata. Barang yang diamankan antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan.
Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa setiap pelaksanaan tugas di lapangan harus dilakukan secara profesional, selektif, terukur, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum.
“Ketegasan terhadap ancaman harus berjalan bersama dengan upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap tindakan prajurit harus dilaksanakan secara terukur, selektif, profesional, dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Brigjen TNI Riyanto.
Ia menambahkan bahwa terciptanya keamanan tidak hanya berkaitan dengan pengendalian gangguan keamanan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara aman.
“Warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak dapat bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan dapat berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman,” katanya.
Pangkoops juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.
“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman. Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.
Koops TNI Habema selanjutnya akan terus melaksanakan pengamanan wilayah dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi yang memungkinkan aktivitas warga berlangsung secara normal.
Upaya pengamanan tersebut diarahkan untuk menciptakan kondisi yang semakin aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat bekerja, anak-anak dapat belajar, keluarga dapat menjalankan aktivitas bersama, serta kehidupan sosial masyarakat dapat berlangsung dengan lebih tenang.(IT)







