Timika – Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, bersama tim Gerak Cepat (Geri Cep) Distrik Wania turun langsung ke lokasi pemalangan guna memantau akses di sejumlah sekolah, termasuk SD Negeri Inauga, pada rabu (14/1/2026).
Merlyn menjelaskan, sejak pagi pihaknya menerima laporan dari Babinsa di wilayah Nawaripi terkait pemalangan yang mengganggu akses masuk sekolah. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim distrik bergerak ke lokasi dan melakukan pemantauan di beberapa titik sekolah yang terdampak.
“Kami dari pagi berada di lapangan memantau situasi pemalangan akses di beberapa sekolah, terakhir di SD Negeri Inauga. Bersamaan dengan itu kami juga melakukan koordinasi berjenjang dan menyampaikan laporan kepada pimpinan daerah melalui Asisten I, II, dan III,” kata Merlyn.
Ia menyebutkan, laporan awal direncanakan disampaikan kepada Asisten III, namun karena keterbatasan komunikasi, laporan akhirnya diteruskan kepada Asisten I yang membidangi pemerintahan. Dari hasil koordinasi tersebut, Distrik Wania mendapat arahan untuk segera melakukan koordinasi teknis dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas Pertanahan.
“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan Ibu Kepala Dinas dan sedang menunggu kehadiran beliau untuk dilakukan dialog langsung dengan pihak yang berada di lapangan, yang mengklaim sebagai pemilik tanah,” jelasnya.
Merlyn menegaskan, prinsip utama Distrik Wania adalah menjaga situasi tetap kondusif, memastikan aktivitas pendidikan tidak terganggu, serta tetap menghormati mekanisme hukum dan administrasi yang sedang berjalan.
Ia mengakui, akibat pemalangan tersebut, aktivitas belajar mengajar di beberapa sekolah, termasuk tingkat SMA, terpaksa dihentikan sementara dan para siswa sudah dipulangkan.
“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan hari ini juga, sehingga besok anak-anak sudah bisa kembali bersekolah dan aktivitas belajar mengajar berjalan normal,” harapnya.
Distrik Wania, lanjut Merlyn, siap menjalankan arahan pimpinan daerah dan mendukung penyelesaian persoalan secara damai, dialogis, serta sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. (Etty)






