Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Konflik Kwamki Narama Berakhir Damai, Pemda Tegaskan Perang Suku ke Depan Diproses Hukum Positif

Etty Welerbadge-check


					Konflik Kwamki Narama Berakhir Damai, Pemda Tegaskan Perang Suku ke Depan Diproses Hukum Positif Perbesar

TIMIKA – Konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi berakhir setelah kedua kubu yang bertikai sepakat berdamai. Kesepakatan tersebut tercapai melalui proses mediasi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Kabupaten Puncak, Pihak Keamanan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, MRP Papua Tengah dan pihak lain.

Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa kesepakatan damai ini menjadi yang terakhir, khususnya bagi masyarakat Puncak. Ke depan, setiap konflik serupa tidak lagi diselesaikan melalui mekanisme adat, melainkan akan diproses melalui hukum positif.

“Siapa pun yang melakukan tindakan serupa di kemudian hari, kami serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Saya akan melaporkan ke Polda, Danrem, Dandim, Kapolres, bahkan Gubernur. Saya tegaskan, jika terjadi perang lagi, semuanya diproses secara hukum positif, tidak lagi secara adat,” tegas Nenu Tabuni dalam jumpa pers di Timika, Jumat (9/1/2025).

Img 20260109 wa0008

Ia menambahkan, setelah seluruh rangkaian proses adat perdamaian diselesaikan, warga Kabupaten Puncak yang saat ini berada di Timika akan dipulangkan ke daerah asalnya.

“Kami akan pulangkan orang kami ke Puncak. Tidak boleh lagi membuat masalah di Timika,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan konflik ke depan, Sekda Nenu menyampaikan bahwa Pemerintah akan mendorong lahirnya regulasi khusus melalui Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengatur sanksi terhadap perang suku di Papua.

Menurutnya, saat ini telah ada diskusi antara pemerintah dan kalangan intelektual se-Tanah Papua untuk merumuskan pola perdamaian yang berkelanjutan.

“Jika terjadi perang suku, baik di wilayah pegunungan maupun pesisir, kami dari unsur gereja, pemerintah, dan adat akan menyampaikan aspirasi kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Papua Tengah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, MRP sebagai representasi orang asli Papua diharapkan menyusun draf sanksi terhadap pelaku perang suku. Selanjutnya, DPR Papua Tengah akan merumuskan Perdasi dan Perdasus yang secara khusus mengatur sanksi hukum bagi konflik antarsuku.

“Konflik hari ini kita anggap yang terakhir. Ke depan semuanya harus melalui proses hukum. Kita atur secara perundang-undangan, disusun dari bawah oleh orang Papua sendiri. Nantinya MRP dan DPRP akan melibatkan akademisi dan ahli hukum, serta berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Bahkan jika perlu, dilakukan revisi Undang-Undang Otonomi Khusus agar ada pasal khusus yang mengatur perang suku dan penyelesaiannya melalui hukum positif,” pungkas Nenu Tabuni.

Pertemuan proses perdamaian dua kubu yang bertikai di Kwamki Narama, berlangsung di Pendopo dan telah menyusun kesepakatan bersama yang isinya point penting untuk tidak ada lagi konflik antar suku maupun keluarga. Pernyataan ini akan di tanda tangani saat proses perdamaian pada Senin (12/1/2025) nanti. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline