Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Gelar Aksi Demo Damai, Masyarakat Minta Konflik di Kwamki Segera Dihentikan

Etty Welerbadge-check


					Gelar Aksi Demo Damai, Masyarakat Minta Konflik di Kwamki Segera Dihentikan Perbesar

TIMIKA – Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Mimika Peduli Konflik Sosial melakukan aksi demo damai ke DPRK pada Rabu (07/01/2026).

Aksi ini bertujuan agar konflik yang terjadi di wilayah Kwamki Narama segera diselesaikan, hal ini demi kenyamanan masyarakat Timika dan khususnya yang ada di Kwamki Narama sendiri.

Pantauan wartawan dilapangan dalam aksi tersebut mereka juga menilai Pemda Mimika harus bertanggung jawab atas konflik berkepanjangan di Kwamki Narama.

Img 20260107 wa0082

Seperti yang disampaikan Amianus Uamang dalam orasinya agar Pemkab segera turun tangan agar konflik yang sudah terjadi berbulan-bulan dan menelan korban secepatnya diselesaikan.

“Kita semua menjadi dampak dari konflik ini. Ini bukan suara kami saja, tapi kami yakin seluruh masyarakat Mimika merasakan keresahan, sehingga Pemkab harus hadir,” katanya.

Atas konflik tersebut, menurutnya Pemkab Mimika harus bertanggung jawab, karena dirinya menilai selama ini di media sosial pemerintah selalu klaim bahwa Mimika ini aman, namun kenyataannya kriminal terjadi hampir setiap hari.

“Kami sebagai masyarakat Papua peduli keamanan. Saya harap pemerintah daerah dan DPR segera mengambil tindakan tepat untuk kedamaian di Timika khususnya di Kwamki,”ujar
Amianus.

Selain itu dirinya juga menilai bahwa warga makin resah dengan pernyataan Pemkab yang mengklaim bahwa yang konflik di Kwamki Narama adalah warga dari kabupaten lain.

“Pemkab tidak berpikir terkait dampaknya, padahal yang terkena dampaknya adalah warga Mimika.Sehingga bukan Pemkab Puncak yang harus mengambil alih,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut anggota DPRK Mimika, Anton Alom bersama sejumlah anggota DPRK lainnya yang menerima kedatangan mereka menyampaikan bahwa terkait persoalan ini akan dilakukan rapat bersama dengan pemerintah daerah.

“Kita akan lakukan rapat, kita semua peduli dan konflik ini kita sepakat harus hentikan. Kita DPRK tidak tinggal diam karena disini bukan hanya dua suku saja tapi ada banyak suku,” katanya.

Sementara ditambahkan anggota DPRK lainnya,Elinus Mom bahwa dalam menyikapi situasi ini secepatnya pihaknya akan membentuk Pansus Kemanusiaan yang nantinya bisa mendorong Perdasus. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline