NABIRE — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah tancap gas membenahi organisasi dan pembinaan prestasi olahraga dengan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ke-1 pasca terbentuknya kepengurusan definitif. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 12–13 Desember 2025, di Hotel Mutiara Black, Nabire.
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur, atas dukungan penuh sehingga Rakerprov perdana dapat terlaksana dengan baik.

“Walaupun kami provinsi baru dan baru dilantik, dengan semangat yang kuat kami sudah melaksanakan Rakerprov Ke-1. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Gubernur dan Wakil Gubernur, yang memberikan dukungan 100 persen,” ujar Yosua kepada awak media termasuk Piyosnews Net usai penutupan kegiatan pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Sahkan KONI Kabupaten dan 32 Cabor
Dalam Rakerprov Ke-1 ini, KONI Papua Tengah secara resmi mengesahkan kepengurusan KONI di delapan kabupaten. Selain itu, forum Rakerprov juga menetapkan 32 cabang olahraga (cabor) prioritas sebagai anggota resmi KONI Provinsi Papua Tengah.

Yosua menjelaskan, penetapan cabor dilakukan secara bertahap dan disertai proses pembenahan administrasi serta kepengurusan.
“Secara sah kami menetapkan 32 cabang olahraga. Pengurusnya akan kami benahi secara perlahan. Cabor lain yang ada akan kami verifikasi dan dibahas pada rapat kerja berikutnya,” jelasnya.
Fokus Persiapan PON 2028
Rakerprov ini menjadi pijakan awal KONI Papua Tengah dalam menyiapkan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
“Setelah cabang olahraga dirapikan, kami fokus membina atlet-atlet berprestasi Papua Tengah untuk PON 2028. Beberapa program persiapan juga sudah kami tetapkan,” kata Yosua.
PORPROV 2026 dan Pusat Latihan Provinsi
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Tengah, Yeki Tobay, S.HI., M.KP, mengatakan bahwa Rakerprov telah membahas program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, terutama terkait pembinaan prestasi.

Salah satu keputusan penting adalah rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Papua Tengah pada tahun 2026.
“PORPROV 2026 akan menjadi ajang seleksi bibit atlet dari delapan kabupaten untuk persiapan menuju PON 2028,” ungkap Yeki.
Selain PORPROV, KONI Papua Tengah juga merencanakan pembentukan Pusat Latihan Provinsi bagi atlet terpilih yang akan ditetapkan pada rapat kerja selanjutnya sesuai dengan ketersediaan fasilitas olahraga.
Target Prestasi Lebih Baik
Yeki Tobay menambahkan, KONI Papua Tengah menargetkan peningkatan prestasi pada PON 2028 dibandingkan capaian PON sebelumnya, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mendukung pembinaan olahraga.
“Kami mengajak pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta untuk bersama-sama mendukung pembinaan prestasi olahraga Papua Tengah,” tutupnya.(MB)






