Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Musdat LMHA Kamoro/Mimikawe, Bupati Berharap Melalui Lembaga Adat Lahir Pemimpin Yang Mampu Mengayomi Seluruh Keret dan Marga

Etty Welerbadge-check


					Musdat LMHA Kamoro/Mimikawe, Bupati Berharap Melalui Lembaga Adat Lahir Pemimpin Yang Mampu Mengayomi Seluruh Keret dan Marga Perbesar

TIMIKA — Musyawarah Adat Lembaga Masyarakat Hukum Adat (LMHA) Kamoro/Mimikawe resmi digelar di Gedung Tongkonan, Rabu (3/12). Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Kamoro untuk membentuk kepengurusan baru yang bertugas menjaga, melindungi, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.

Musdat tersebut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Kamoro/Mimikawe, di antaranya Pj. Sekda Mimika Abraham Kateyau, Pendiri LMHA Kamoro/Mimikawe Philipus Monaweyauw, Yance Boyau, Hendrikus Atapemame, Plasidus Natipia, Damianus Samin, Edward Omeyaro, serta tokoh adat lainnya.

20251203 112416

Dalam sambutannya, Pendiri LMHA Kamoro/Mimikawe, Philipus Monaweyauw, menegaskan pentingnya lembaga hukum adat sebagai tameng untuk menjaga hak-hak ulayat masyarakat Kamoro.

“Musdat ini penting karena ada indikasi caplok kiri kanan baik di laut maupun di darat. Karena itu, hukum adat menjadi sangat penting,” ujarnya.

20251203 114124

Philipus juga berterima kasih kepada tokoh-tokoh adat yang masih aktif memberikan arahan demi memastikan generasi muda Kamoro memahami hak-hak mereka sebagai masyarakat adat.

Menurut Philipus, panitia pelaksana telah bekerja sejak Maret untuk mempersiapkan musyawarah ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, yang melalui Bupati dan Sekda telah membantu pendanaan, meski terbatas.

Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Pj. Sekda Abraham Kateyau mengatakan Musdat bukan hanya tempat memilih pengurus, tetapi juga ruang memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai leluhur Kamoro/Mimikawe.

20251203 115016

Musyawarah adat ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai forum untuk memilih pengurus lembaga adat tetapi juga sebagai momentum untuk meneguhkan jatidiri, memperkuat solidaritas, serta memastikan keberlanjutan budaya dan hak-hak masyarakat adat Kamoro/Mimikawe di tengah arus perubahan yang cepat.

Suku Kamoro/Mimikawe adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah identitas, dan kekuatan daerah. Nilai-nilai Ipere, Pimako dan kearifan leluhur yang diwariskan turun-temurun telah membimbing masyarakat menjaga Harmoni dengan alam, dengan sesama dan dengan sang pencipta.

“Tugas kita adalah melestarikan nilai-nilai ini agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” katanya.

Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memberikan ruang pengakuan dan dukungan terhadap kelembagaan adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya, melindungi hak ulayat, serta memastikan masyarakat adat menjadi subjek bukan objek pembangunan,” tegas Bupati.

Melalui lembaga adat periode 2025-2030 yang akan dibentuk Hari ini, saya berharap lahir kepemimpinan yang :

• Amanah dan berintegritas
• Mampu mengayomi seluruh keret dan marga
• Responsif terhadap tantangan zaman
• Mampu menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah
• Serta mendorong kesejahteraan dan pelestarian budaya Kamoro/Mimikawe

Pada kesempatan ini Bupati mengajak agar jalankan musyawarah ini dengan semangat persatuan, musyawarah mufakat, dan penghormatan terhadap adat. Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa, namun yang terpenting adalah tujuan bersama untuk kemajuan masyarakat adat dan daerah ini.

Semoga proses ini berjalan lancar aman dan melahirkan keputusan terbaik bagi seluruh masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memberi ruang dan pengakuan bagi lembaga adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

20251203 123726

Ketua Panitia, Plasidus Natipia, menjelaskan bahwa jalannya Musdat berlangsung hingga malam hari dan diikuti perwakilan adat dari wilayah Wacakam hingga Warifi. Ia mengungkapkan bahwa terdapat enam bakal calon ketua LMHA yang dinilai memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat.

“Keputusan ada di masyarakat. Siapa yang mendapat suara terbanyak itulah Ketua LMHA Kamoro,” ungkapnya.

Proses pemilihan melibatkan 700–800 perwakilan dari 74 kampung. Jumlah perwakilan tiap kampung berbeda, bergantung pada jumlah taparu yang ada. Plasidus juga menegaskan bahwa syarat utama calon ketua adalah asli Kamoro dari kedua orang tua.

Musdat LMHA Kamoro/Mimikawe ini diharapkan melahirkan pemimpin baru yang amanah, berintegritas, dan mampu mengayomi seluruh keret serta masyarakat adat, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

24 Agustus 2026 - 14:21 WIB

IMG 20260824 WA0022

DPD I KNPI Papua Tengah Siap Gelar Pelantikan dan Rakerda I Di Paniai

24 Agustus 2026 - 14:18 WIB

IMG 20260824 WA0030

Bupati Mimika: Jangan Ada Lagi Data Berhenti di OPD, Semua Harus Terintegrasi

24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

20260824

DLH Mimika Perkuat Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, Data Lintas Sektor Mulai Diintegrasikan

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

20260824

Wilhelmus Pigai Minta Kebakaran Hutan di Papua Tengah Diusut Tuntas

24 Agustus 2026 - 13:47 WIB

IMG 20260824 WA0071
Trending di News