Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

1 Desember di Papua: Dari Bendera Bintang Pagi Hingga Pintu Dialog Damai untuk Presiden Prabowo

adminbadge-check


					1 Desember di Papua: Dari Bendera Bintang Pagi Hingga Pintu Dialog Damai untuk Presiden Prabowo Perbesar

Manokwari Setiap tanggal 1 Desember, seluruh Tanah Papua merayakan momentum yang diyakini sebagai Hari Berdirinya Negara Republik Papua Barat. Tahun ini, peringatan tersebut kembali disoroti dengan suasana kontras antara pengerahan aparat keamanan yang masif oleh Pemerintah RI dan aksi damai penyampaian aspirasi oleh masyarakat Papua di berbagai kota.

Sejarah dan Momentum 1 Desember 1961

Secara historis, pada 1 Desember 1961, 64 tahun silam, peristiwa utama yang terjadi adalah pengibaran Bendera Bintang Pagi (the Morning Star flag) di depan Kantor Nieuw Guinea Raad (Dewan Rakyat Nieuw Guinea). Pengibaran ini, yang juga diiringi dengan nyanyian Lagu “Hai Tanah ku Nieuw Guinea atau Papua,” berlangsung atas “ijin” dari Pemerintah Netherland Nieuw Guinea di bawah otoritas Kerajaan Belanda.

Yan Christian Warinussy, S.H., Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, menjelaskan bahwa pada saat itu, tidak ditemukan adanya pembacaan deklarasi atau proklamasi kemerdekaan, karena momentum tersebut masih berlangsung di bawah otoritas Kerajaan Belanda sebagai Provinsi Seberang Lautan.

Peningkatan Pengerahan Aparat dan Aksi Damai

Namun, dalam satu dekade terakhir, peringatan 1 Desember oleh Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digembar-gemborkan sebagai hari yang “patut diwaspadai atau diamankan.” Senin, (01/12/2025).

Hal ini ditengarai menjadi penyebab utama mengapa Tanah Papua dalam 10 tahun terakhir diperlakukan seakan sebagai wilayah yang tidak aman, memicu penambahan signifikan personel aparat keamanan dan pertahanan (TNI dan Polri) di sejumlah wilayah.

Menanggapi situasi ini, reaksi masyarakat Papua justru terwujud dalam bentuk aksi-aksi damai di berbagai kota di Tanah Papua seperti Jayapura dan Sorong, serta di beberapa kota besar di luar Papua, termasuk di Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Meskipun kerap terjadi benturan dengan aparat keamanan, para peserta aksi berpandangan bahwa upaya mereka untuk mewujudkan amanat Pasal 28 UUD 1945—yakni kebebasan berekspresi—nampak berjalan baik.

Desakan Dialog Damai Mendesak Presiden Prabowo

Menanggapi dinamika yang terjadi, Yan Christian Warinussy, S.H. mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan jajarannya untuk menyikapi penyampaian aspirasi rakyat Papua ini secara arif dan bijaksana.

Menurutnya, menyediakan ruang dialog damai antara pihak Jakarta dan Papua kini menjadi langkah yang sangat urgen, mendesak, dan proporsional untuk segera dipertimbangkan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Cara damai melalui dialog menjadi urgen untuk dipertimbangkan bagi upaya penyelesaian tuntutan Papua Merdeka saat ini. Pemerintah pusat harus memprioritaskan penyelesaian masalah Papua melalui pendekatan damai dan bermartabat, bukan pendekatan keamanan,” tegas Yan Christian Warinussy.

Lembaga tersebut berharap agar Pemerintah RI dapat mengubah paradigma dari keamanan menjadi kemanusiaan dan dialog, guna menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wajah Baru Kampung Keakwa Setelah Satu Bulan Disentuh Program TMMD Kodim 1710/Mimika

22 Mei 2026 - 08:17 WIB

IMG 20260522 WA0102

BPPRD Deiyai Lanjutkan Pendataan Wajib Pajak dan Reklame di Kawasan Pasar Waghete

22 Mei 2026 - 08:01 WIB

IMG 20260521 WA0051

Tragis! Mencari Karaka, Seorang Pria Diterkam Buaya Tepat Dihadapan Istri 

22 Mei 2026 - 07:52 WIB

IMG 20260522 WA0091

Pangkoops TNI Habema Pimpin Langsung Persiapan Evakuasi Korban Kekerasan di Korowai

22 Mei 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260522 WA0093

Pemprov Papua Tengah Bentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah, Dorong Perlindungan Ekosistem Pesisir Berkelanjutan

22 Mei 2026 - 07:31 WIB

IMG 20260521 WA0056
Trending di Headline