TIMIKA – Selain melakukan patroli, personel gabungan Polri, Brimob, TNI, dan Pemerintah Distrik Mimika Barat Tengah melakukan observasi terhadap lokasi pembakaran dan perusakan puluhan rumah warga di Kampung Mogodagi, wilayah perbatasan Distrik Mimika Barat Tengah dengan Kabupaten Deiyai.
Kapolres Mimika melalui Kasihumas Polres Mimika Iptu Hempy Ona,SE mengatakan bahwa dalam melaksanakan kegiatan tersebut, personel gabungan baik Polres, Polsek, Brimob, TNI dan Pemerintah Distrik terlebih dahulu melakukan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolsek Mimika Barat, Ipda Jamiludin.

“Apel dilaksanakan untuk memastikan kesiapan pasukan dalam melaksanakan patroli, observasi, dan pendataan kerusakan di lapangan,”katanya.
Disampaikan Hempy bahwa pada saat personel gabungan tiba di Kampung Mogodagi langsung melakukan olah TKP di dua lokasi yang terdampak, yakni Kompleks Gereja Jemaat Amin Mogodagi: 5 unit rumah warga terbakar, 3 rumah hangus total, 2 rumah lainnya rusak terbakar sekitar 70 persen.
Sedangkan di Kompleks Balai Kampung Mogodagi 20 rumah warga rusak dan terbakar, 1 unit Puskesmas Pembantu (Pustu), 1 unit Balai Kampung dan 1 unit tower telekomunikasi ikut dirusak.

“Total terdapat 25 unit rumah, 1 Pustu, 1 Balai Kampung, dan 1 tower telekomunikasi yang menjadi korban pembakaran dan pengrusakan dalam insiden tersebut,”katanya.
Hempy juga menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugas, selain pendataan, personel gabungan juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa sembako kepada salah satu keluarga korban.
“Kondisi dilapangan dan situasi kamtibmas selama patroli, petugas menemukan sejumlah ranjau paku yang sengaja dipasang di jalur menuju kampung, sehingga seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan. Untuk situasi secara umum saat patroli berlangsung terpantau aman dan terkendali,”ujarnya.
Disampaikan Hempy bahwa personel gabungan terus melakukan pemulihan keamanan dan sosial masyarakat, serta memberikan penanganan cepat terhadap korban dan warga yang mengungsi.
“Upaya cepat ini sangat penting agar konflik tidak meluas dan dapat diselesaikan secara damai,” pungkasnya. (IT)






