TIMIKA – Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Provinsi Papua Tengah yang akan digelar pada awal Desember 2025 mendatang kini telah mencapai 90 persen. Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah terus mematangkan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari teknis pelaksanaan hingga akomodasi peserta.
Wakil Bupati Mimika sekaligus Ketua Panitia Pesparani II Provinsi Papua Tengah, Emanuel Kemong, mengatakan bahwa panitia bekerja intensif untuk memastikan seluruh persiapan berjalan baik. Mulai dari transportasi, penginapan, hingga berbagai sarana pendukung lainnya telah hampir siap digunakan.
“Panitia akan terus bekerja dengan sungguh-sungguh demi suksesnya kegiatan ini. Pesparani yang dilaksanakan ini harus berjalan sukses. Kita pernah menjadi tuan rumah pada Pesparawi dan mendapat banyak pujian,” ujar Emanuel Kemong saat diwawancarai, Rabu (26/11/2025).
Menurut Emanuel, para peserta dari berbagai kabupaten di Papua Tengah akan mulai tiba pada 1 Desember. Namun, ia menyebut bahwa Kabupaten Paniai, Puncak Jaya, dan Intan Jaya tidak dapat hadir pada perhelatan keagamaan tersebut.
Pesparani tingkat provinsi ini juga akan dihadiri perwakilan Kementerian Agama dan dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah bersama Bupati Mimika. Sesuai agenda, rangkaian acara akan berlangsung pada 2–6 Desember 2025 di Kabupaten Mimika.
Sementara itu, panitia Pesparani terus mengebut penyelesaian berbagai fasilitas dan sarana prasarana pendukung. Hingga saat ini, progres persiapan telah mencapai 80–90 persen.
“Dari hasil persentase menunjukkan 80–90 persen persiapannya, dari transportasi sudah oke, hotel dan lain sebagainya,” ujar Emanuel.
Ia menegaskan bahwa seluruh panitia memiliki komitmen kuat untuk memastikan penyelenggaraan Pesparani berjalan lancar, meriah, dan membawa kesan positif bagi seluruh peserta maupun tamu undangan.
Emanuel berharap, melalui Pesparani, umat Katolik dapat semakin memperkokoh iman serta mempererat persaudaraan antarumat beragama di Papua Tengah.
“Kita berharap Pesparani ini menjadi sarana strategis memperkuat iman, mempererat persaudaraan, sekaligus memperkokoh kerukunan antarumat beragama,” tuturnya. (Etty)






