Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Gubernur Papua Tengah Resmi Luncurkan Sekolah Papua Harapan Nabire: “Fondasi Kuat untuk Masa Depan Papua”

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Resmi Luncurkan Sekolah Papua Harapan Nabire: “Fondasi Kuat untuk Masa Depan Papua” Perbesar

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi meluncurkan Sekolah Papua Harapan (SPH) Nabire dalam sebuah acara yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat (21/11/2025). Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam upaya memperluas akses pendidikan berkualitas dan berkarakter bagi anak-anak Papua.

Acara tersebut dihadiri oleh pendiri dan tim Sekolah Papua Harapan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Bupati Intan Jaya, Bupati Puncak, Wakil Bupati Nabire, serta Wakil Ketua II DPR Papua Tengah.

Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa membangun pendidikan berkualitas merupakan fondasi penting bagi masa depan Papua.

“Di dunia lain, orang sudah selesai bicara soal sekolah. Tetapi kita masih membicarakannya karena ini penting. Kita sedang menaruh fondasi yang akan menentukan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal gedung atau fasilitas, melainkan pembangunan karakter, kemandirian, dan takut akan Tuhan sebagai pilar yang harus ditanamkan sejak dini.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Meki Nawipa juga menyoroti perlunya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Ia menegaskan bahwa banyak persoalan sosial dan kemanusiaan di Papua muncul karena kurangnya peran keluarga dalam membesarkan dan mendidik anak.

“Ada pelanggaran HAM besar di tanah Papua ini. Bukan hanya yang bunuh orang, tetapi orang tua yang buat anak namun tidak menjaga dan merawatnya. Sekolah Papua Harapan hadir untuk menolong, tetapi orang tua harus ikut terlibat,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong agar sekolah-sekolah di Papua membuka diri bagi seluruh suku dan kelompok, agar pendidikan tidak melahirkan generasi yang terkotak-kotak.

SPH Hadir dengan Standar Internasional di Tanah Papua

Sekolah Papua Harapan Nabire akan membuka jenjang TK hingga SD kelas 1 pada tahun pertama. Gubernur menjelaskan bahwa SPH menjadi salah satu sekolah yang mampu memberikan pendidikan berstandar internasional tetapi tetap berakar pada budaya dan karakter Papua.

“Tidak perlu jauh-jauh sekolah ke Jawa. Kita perkuat sekolah bagus di Nabire, Timika, dan kota kabupaten lainnya. Anak-anak Papua bisa belajar dengan gaya Papua, logat Papua, tetapi dengan kualitas dunia,” katanya.

Menurutnya, pendidikan seperti ini penting agar kelak para pemimpin Papua memahami karakter masyarakatnya sendiri.

Gubernur Meki juga menyampaikan komitmennya bersama Wakil Gubernur untuk mendukung penuh pembangunan sekolah ini. Ia mendorong para bupati di kabupaten se-Papua Tengah untuk mengirim siswa dan berpartisipasi dalam mendukung SPH.

“Semua bupati sekarang bagus-bagus, istrinya juga bagus-bagus. Saya yakin mereka punya kerinduan besar untuk memajukan pendidikan dan mengirim anak-anak sekolah di sini,” ujarnya sambil berkelakar.

Gubernur juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas pemerintah kabupaten dan provinsi untuk membangun pendidikan yang inklusif dan tidak berbasis suku.

Fondasi Kuat untuk Generasi Emas Papua

Dalam pidatonya, Gubernur Meki Nawipa berulang kali menekankan bahwa peluncuran SPH Nabire adalah bagian dari upaya membangun fondasi kuat bagi generasi Papua.

“Uang akan habis, jabatan akan berakhir. Tetapi sekolah ini akan terus mencetak manusia-manusia hebat. Fondasi yang kita taruh hari ini bukan bangunan, tetapi manusia,” tegasnya.

Ia berharap agar hadirnya SPH di Nabire menjadi awal dari perubahan besar bagi pendidikan di Papua Tengah.

Menanggapi kesan bahwa SPH identik dengan sekolah asing, Gubernur menegaskan bahwa SPH adalah sekolah milik Indonesia dan pendirinya pun adalah warga negara Indonesia.

“Jangan lihat warna kulit. Pendiri sekolah ini adalah orang Indonesia, ber-KTP Sentani. Ini sekolah orang Indonesia, dan kita mencintai produk lokal,” ujarnya.

Peresmian ditandai dengan mengundang berbagai unsur, termasuk dari Forkopimda, para kepala daerah, dan pejabat pendidikan, sebagai simbol dukungan penuh terhadap hadirnya Sekolah Papua Harapan Nabire.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline