NABIRE – Ketua Panitia Lomba Yosim Pancar (Yospan), Yance Nawipa, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya lomba Yospan di Gedung GOR Kota Lama Kalibobo, Nabire, Papua Tengah. Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik meski dipersiapkan dalam waktu singkat.
Menurut Yance, pihaknya menerima rekomendasi resmi dari Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah untuk melaksanakan lomba tersebut, dan panitia merasakan penyertaan Tuhan dalam setiap proses persiapan hingga pelaksanaan.
“Kami bersyukur perlombaan ini boleh terlaksana dengan baik. Dalam waktu yang singkat, tidak ada kendala berarti karena semua terjadi bukan karena kemampuan kami, tetapi karena penyertaan Tuhan,” ujar Yance.
Yance menegaskan bahwa motivasi utama penyelenggaraan lomba Yosim Pancar adalah menjaga nilai-nilai budaya dan mempererat persaudaraan di Papua Tengah. Yospan, katanya, merupakan tari pergaulan dan keakraban yang merepresentasikan persatuan orang Papua dari berbagai latar belakang.
“Kami mau supaya di Papua Tengah tidak ada perbedaan—entah orang gunung atau pesisir. Kita semua harus menjaga negeri ini dan mempertahankan budaya kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tegasnya.
Dalam lomba tahun ini, panitia menetapkan lima kategori juara, yaitu:
* Juara I
* Juara II
* Juara III
* Harapan I
* Favorit
Yance menjelaskan bahwa nama-nama juara ditentukan berdasarkan nomor undian kelompok peserta. Dari total 15 kelompok yang terdaftar, hanya beberapa yang akhirnya mengikuti lomba karena sebagian tidak hadir saat pelaksanaan.
Yance berharap lomba Yospan dapat digelar kembali tahun depan dengan peserta yang lebih banyak. Ia mengajak sanggar-sanggar seni yang belum sempat mendaftar agar ikut serta pada penyelenggaraan berikutnya.
“Harapan kami ke depan, kita bisa bersama-sama merayakan budaya dan meramaikan kegiatan Yospan. Ini bagian dari identitas kita sebagai orang Papua,” tutupnya. (MB)






