Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Presiden Prabowo Akan Luncurkan Smartboard Perdana, Tandai Era Baru Digitalisasi Pendidikan Nasional

adminbadge-check


					Presiden Prabowo Akan Luncurkan Smartboard Perdana, Tandai Era Baru Digitalisasi Pendidikan Nasional Perbesar

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkalan akan memimpin langsung peluncuran perdana Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bekasi pada Senin, 17 November mendatang.

Peluncuran ini menandai tonggak penting implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang pendidikan dan menjadi simbol dimulainya era baru digitalisasi pembelajaran di bawah pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengonfirmasi bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

“Ini adalah langkah konkret dari Instruksi Presiden untuk merevitalisasi satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan anggaran dan menargetkan setiap sekolah di Indonesia dapat memiliki minimal tiga unit IFP pada tahun 2026 mendatang.

Program digitalisasi ini bertujuan untuk mentransformasi proses belajar-mengajar di kelas. Presiden Prabowo menekankan dua manfaat utama dari penggunaan smartboard:

  1. Peningkatan Kualitas Interaksi: Proses belajar diharapkan menjadi lebih visual, partisipatif, dan interaktif, tidak lagi monoton.
  2. Pemerataan Akses Guru Terbaik: Melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang didukung smartboard, siswa di daerah terpencil dapat mengakses materi yang diajarkan oleh guru-guru unggulan di pusat.

“Dengan smartboard, seorang siswa di Bekasi, Papua, atau Natuna bisa belajar dari sumber daya terbaik yang sama. Ini bagian dari komitmen mewujudkan Generasi Emas 2045,” ujar Presiden Prabowo dalam arahannya di rapat kabinet beberapa waktu lalu.

Pemilihan Bekasi sebagai lokasi peluncuran perdana dinilai strategis. Kota Bekasi dianggap representatif sebagai wilayah penyangga ibu kota dengan pertumbuhan penduduk muda yang pesat, namun masih menghadapi tantangan dalam pemerataan kualitas fasilitas pendidikan.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi. Data Kemendikdasmen mencatat sekitar 40% guru masih membutuhkan pelatihan lanjutan untuk mengoperasikan teknologi baru ini secara efektif. Selain itu, kesenjangan akses internet dan listrik di beberapa daerah terpencil juga menjadi catatan penting yang harus diselesaikan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline