TIMIKA — Para alumni penerima beasiswa Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) secara resmi mendeklarasikan pembentukan wadah bernama Perkumpulan Alumni Penerima Beasiswa Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (PAPEDA–YPMAK).

Deklarasi berlangsung di Timika, Papua Tengah, pada Selasa (11/11/2025). Momen bersejarah ini ditandai dengan penyerahan bendera organisasi dari PTFI kepada YPMAK, yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, sebelum akhirnya diserahkan kepada Ketua PAPEDA–YPMAK, Hilarius Dolame, untuk dikibarkan secara simbolis. Prosesi ini disaksikan oleh jajaran pengurus YPMAK, perwakilan PT Freeport Indonesia, serta Asisten II Setda Mimika.
Ketua PAPEDA–YPMAK, Hilarius Dolame, menjelaskan bahwa seluruh alumni penerima beasiswa YPMAK, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri, kini berhimpun dalam satu wadah resmi yang diberi nama PAPEDA–YPMAK.
“Ini merupakan wadah pertama yang dibentuk oleh alumni penerima beasiswa YPMAK. Kami mendirikan organisasi ini dengan kesadaran penuh atas kontribusi luar biasa dari PT Freeport Indonesia,” ujar Hilarius.
Hilarius menambahkan, selama enam dekade kiprahnya di Tanah Papua, PT Freeport Indonesia tetap konsisten menjalankan tiga program utama dalam kemitraannya dengan masyarakat, yakni di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, dengan fokus kuat pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Karena ada PTFI dan YPMAK, saya bisa berdiri di depan sini. Kemitraan ini telah melahirkan banyak generasi masa depan dari anak-anak Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, dan Papua lainnya. Beasiswa dana kemitraan PTFI melalui YPMAK telah melahirkan gubernur, bupati, pejabat pemerintah, hingga tokoh agama dan profesi lainya. Kalau tidak ada Freeport dan YPMAK, mungkin kita tidak bisa sampai ke titik ini. Ini program yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Hilarius, keberadaan PTFI telah “memanusiakan manusia”, dengan membuka peluang bagi pelajar dan mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia bahkan luar negeri.

Mengusung tema “Anyaman Noken Sudah Siap”, pembentukan PAPEDA–YPMAK diharapkan menjadi wadah resmi untuk memvalidasi dan menghimpun data para penerima beasiswa sejak awal berdirinya lembaga ini, mulai dari nama-nama yayasan sebelumnya hingga kini menjadi YPMAK.
“Kami bentuk wadah ini supaya publik dan lembaga adat bisa melihat bahwa inilah hasil nyata dari beasiswa YPMAK. Selama ini kami tersebar di berbagai daerah, dan melalui wadah ini kami ingin mendata kembali para alumni serta memastikan kontribusi kami dalam membantu YPMAK dan PTFI. Di samping itu, para alumni harus bersatu,” tutup Hilarius. (Etty)






