Menu

Mode Gelap
Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Headline

Gubernur Meki Nawipa Serukan Orang Papua Harus Bersatu, Kerja Nyata untuk Rakyat

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Meki Nawipa Serukan Orang Papua Harus Bersatu, Kerja Nyata untuk Rakyat Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyerukan semangat persatuan dan kerja nyata bagi seluruh masyarakat dan kader partai politik di Tanah Papua. Seruan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan yang menyatukan tiga provinsi — Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya — di Aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Rabu (5/11/2025).

Dalam pidatonya, Meki Nawipa menegaskan bahwa kemenangan politik tidak boleh membuat pemimpin kehilangan kerendahan hati dan arah perjuangan. Ia mengajak seluruh kader partai untuk tetap fokus pada kerja nyata bagi rakyat, bukan perebutan jabatan.

Img 20251106 wa0009

“Merasa jadi gubernur, semua pintar. Merasa jadi bupati, semua hebat. Tapi kalau hanya rebut posisi tanpa kerja, kita tidak akan buat apa-apa di negeri ini,” tegasnya.

Bangga Jadi Kader PDI Perjuangan

Meki menyampaikan apresiasi kepada partai-partai pengusung, termasuk PDI Perjuangan, PAN, P3, PBB, dan PKN, yang telah mempercayakan dirinya memimpin Papua Tengah.

“Bapak-bapak tidak salah pilih. Hari ini kita sudah menyeberang sampai ke Firdaus, dan di tahun 2030 kita akan keluar sebagai pemenang,” ujarnya penuh keyakinan.

Ia menambahkan, PDI Perjuangan merupakan partai yang memberikan dukungan dengan niat tulus tanpa pamrih.

Img 20251106 wa0010

“PDI Perjuangan dukung saya gratis, tanpa mahar politik. Gubernur termurah di Papua ini hanya Meki Nawipa,” ujarnya disambut tawa peserta Konferda.

Namun, ia menyoroti praktik politik uang dan monopoli keputusan di tingkat pusat yang menurutnya sering membuat perjuangan kader di daerah tidak dihargai.

“Kita di Papua kerja keras, nyawa taruh, rumah dibakar, tapi yang menikmati uang itu orang Jakarta. Sudah saatnya 2029 kita duduk dan bicara baik-baik untuk atur ini barang di honai,” katanya lantang.

Persatuan Orang Papua di Atas Segalanya

Dalam bagian lain sambutannya, Gubernur Meki menekankan pentingnya persatuan politik orang Papua, terlepas dari perbedaan partai.

“Pilihan boleh berbeda-beda ada yang di PDI Perjuangan, PAN, Demokrat, dan lainnya — tapi kita ini orang Papua. Kalau kita bersatu, rakyat bisa sekolah, bisa hidup baik, ekonomi bisa bergerak. Tapi kalau kita berkelahi, negeri ini tidak akan maju,” tegasnya.

Menurutnya, perpecahan hanya membuat masyarakat Papua semakin tertinggal dan memberi ruang bagi pihak luar untuk menguasai sumber daya lokal. Karena itu, ia mengajak seluruh pemimpin daerah dan kader partai untuk “duduk bersama dan atur negeri ini dengan hati”.

Program Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa juga memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang dan akan dijalankan pemerintahannya bersama dukungan PDI Perjuangan.

“Tahun ini SMA dan SMK sudah gratis. Tahun depan 2026, kami akan gratiskan SMP dan SMA. Kita juga ganti program MBG menjadi SSA — Sekolah Sepanjang Hari,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada delapan sekolah baru yang akan dibangun di Papua Tengah, serta pengaktifan puskesmas di berbagai wilayah, termasuk Mulia, Sinak, Ilaga, Sugapa, Enarotali, Deiyai, Dogiyai, dan Nabire.

“Kami hidupkan kembali puskesmas-puskesmas agar pelayanan kesehatan sampai ke rakyat di gunung dan lembah,” ujarnya.

Meki juga menyinggung fenomena banyaknya pejabat sementara (PJ) kepala daerah yang dinilai justru memperlambat jalannya pemerintahan.

“Hari ini Indonesia kacau karena PJ-PJ ini. Gaji kecil tapi dikasih kewenangan besar, akhirnya merasa hebat dan atur-atur barang tidak jalan. Seorang birokrat hanya berpikir menghabiskan uang, tapi politisi sejati berpikir investasi untuk masa depan rakyat dan negeri,” tegasnya.

Integritas dan Kejujuran: Kunci Pemimpin Papua

Menutup sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengingatkan pentingnya integritas dan kejujuran dalam kehidupan berpolitik.

“Waktu akan habis cepat, tidak ada yang kekal. Kalau kita jatuh, jatuhlah dengan baik supaya masyarakat tetap menghargai kita,” ujarnya bijak.

Ia menegaskan, kehancuran negara ini terjadi karena banyak pemimpin kehilangan integritas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk kembali pada nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan.

“Orang Papua harus solid. Majukan negeri ini. Tidak ada orang lain yang akan tolong kita. Dengan kekuasaan yang Tuhan kasih lewat rakyat, mari kita kembalikan semuanya untuk rakyat,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Mimika Lantik Pengurus IK3M 2025–2030, Tekankan Pentingnya Merawat Nilai Ain Ni Ain

6 Desember 2025 - 14:21 WIB

Img 20251206 wa0014

Warga Paniai Minta Presiden Tarik Pasukan Non Organik, DPR Papua Tengah: Paniai Aman

6 Desember 2025 - 13:46 WIB

Img 20251206 wa0006

Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum)

6 Desember 2025 - 03:00 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 11.54.25

Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia

6 Desember 2025 - 01:52 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 10.37.10

Efisiensi Anggaran 2026, YPMAK Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Stabil

5 Desember 2025 - 22:00 WIB

Img 20251206 wa0005
Trending di Headline