NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyerukan semangat persatuan dan kerja nyata bagi seluruh masyarakat dan kader partai politik di Tanah Papua. Seruan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan yang menyatukan tiga provinsi — Papua Tengah, Papua Barat, dan Papua Barat Daya — di Aula KSK Bukit Meriam, Nabire, Rabu (5/11/2025).
Dalam pidatonya, Meki Nawipa menegaskan bahwa kemenangan politik tidak boleh membuat pemimpin kehilangan kerendahan hati dan arah perjuangan. Ia mengajak seluruh kader partai untuk tetap fokus pada kerja nyata bagi rakyat, bukan perebutan jabatan.

“Merasa jadi gubernur, semua pintar. Merasa jadi bupati, semua hebat. Tapi kalau hanya rebut posisi tanpa kerja, kita tidak akan buat apa-apa di negeri ini,” tegasnya.
Bangga Jadi Kader PDI Perjuangan
Meki menyampaikan apresiasi kepada partai-partai pengusung, termasuk PDI Perjuangan, PAN, P3, PBB, dan PKN, yang telah mempercayakan dirinya memimpin Papua Tengah.
“Bapak-bapak tidak salah pilih. Hari ini kita sudah menyeberang sampai ke Firdaus, dan di tahun 2030 kita akan keluar sebagai pemenang,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia menambahkan, PDI Perjuangan merupakan partai yang memberikan dukungan dengan niat tulus tanpa pamrih.

“PDI Perjuangan dukung saya gratis, tanpa mahar politik. Gubernur termurah di Papua ini hanya Meki Nawipa,” ujarnya disambut tawa peserta Konferda.
Namun, ia menyoroti praktik politik uang dan monopoli keputusan di tingkat pusat yang menurutnya sering membuat perjuangan kader di daerah tidak dihargai.
“Kita di Papua kerja keras, nyawa taruh, rumah dibakar, tapi yang menikmati uang itu orang Jakarta. Sudah saatnya 2029 kita duduk dan bicara baik-baik untuk atur ini barang di honai,” katanya lantang.
Persatuan Orang Papua di Atas Segalanya
Dalam bagian lain sambutannya, Gubernur Meki menekankan pentingnya persatuan politik orang Papua, terlepas dari perbedaan partai.
“Pilihan boleh berbeda-beda ada yang di PDI Perjuangan, PAN, Demokrat, dan lainnya — tapi kita ini orang Papua. Kalau kita bersatu, rakyat bisa sekolah, bisa hidup baik, ekonomi bisa bergerak. Tapi kalau kita berkelahi, negeri ini tidak akan maju,” tegasnya.
Menurutnya, perpecahan hanya membuat masyarakat Papua semakin tertinggal dan memberi ruang bagi pihak luar untuk menguasai sumber daya lokal. Karena itu, ia mengajak seluruh pemimpin daerah dan kader partai untuk “duduk bersama dan atur negeri ini dengan hati”.
Program Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa juga memaparkan sejumlah program prioritas yang sedang dan akan dijalankan pemerintahannya bersama dukungan PDI Perjuangan.
“Tahun ini SMA dan SMK sudah gratis. Tahun depan 2026, kami akan gratiskan SMP dan SMA. Kita juga ganti program MBG menjadi SSA — Sekolah Sepanjang Hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, ada delapan sekolah baru yang akan dibangun di Papua Tengah, serta pengaktifan puskesmas di berbagai wilayah, termasuk Mulia, Sinak, Ilaga, Sugapa, Enarotali, Deiyai, Dogiyai, dan Nabire.
“Kami hidupkan kembali puskesmas-puskesmas agar pelayanan kesehatan sampai ke rakyat di gunung dan lembah,” ujarnya.
Meki juga menyinggung fenomena banyaknya pejabat sementara (PJ) kepala daerah yang dinilai justru memperlambat jalannya pemerintahan.
“Hari ini Indonesia kacau karena PJ-PJ ini. Gaji kecil tapi dikasih kewenangan besar, akhirnya merasa hebat dan atur-atur barang tidak jalan. Seorang birokrat hanya berpikir menghabiskan uang, tapi politisi sejati berpikir investasi untuk masa depan rakyat dan negeri,” tegasnya.
Integritas dan Kejujuran: Kunci Pemimpin Papua
Menutup sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengingatkan pentingnya integritas dan kejujuran dalam kehidupan berpolitik.
“Waktu akan habis cepat, tidak ada yang kekal. Kalau kita jatuh, jatuhlah dengan baik supaya masyarakat tetap menghargai kita,” ujarnya bijak.
Ia menegaskan, kehancuran negara ini terjadi karena banyak pemimpin kehilangan integritas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Papua untuk kembali pada nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan.
“Orang Papua harus solid. Majukan negeri ini. Tidak ada orang lain yang akan tolong kita. Dengan kekuasaan yang Tuhan kasih lewat rakyat, mari kita kembalikan semuanya untuk rakyat,” pungkasnya. (MB)






