YAHUKIMO – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) tengah memburu tiga pelaku penikaman terhadap seorang pemilik kios bernama Nurdi di Jalan Elite, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (01/11/2025). Aksi brutal para pelaku terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) saat berpura-pura hendak membeli bensin.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Senin (03/11/2025), membenarkan kejadian tersebut.
“Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo sedang melakukan langkah-langkah investigasi lanjutan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” ujar Faizal.
Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, insiden terjadi sekitar pukul 15.50 WIT. Tiga pelaku awalnya sempat mendatangi kios korban pada siang hari, kemudian kembali sore harinya dengan membawa jerigen kosong dengan modus membeli bensin.
“Karena mengenali salah satu dari mereka, korban membuka pintu kios untuk melayani,” jelas Faizal.
Tidak lama kemudian, seorang saksi berinisial NA (23), yang merupakan anak korban, mendengar suara gaduh dari arah kios. Saat diperiksa, ia mendapati ayahnya sudah tergeletak bersimbah darah.
Temuan ini diperkuat oleh dua rekaman CCTV dari luar dan dalam kios. Dalam rekaman di dalam kios, terlihat jelas seorang pelaku berjaket hitam membacok korban menggunakan parang, sementara pelaku berjaket putih menusuk dagu korban dengan benda tajam.
Setelah melakukan aksinya, ketiga pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Elite.
Personel Satgas Gakkum ODC yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan RSUD Dekai.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka tusuk pada dagu sebelah kanan serta goresan luka di bagian leher belakang,” lanjut Faizal. Korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan telah mendapat perawatan di RSUD Dekai.
Satgas ODC dan Polres Yahukimo telah mengantongi sejumlah petunjuk penting, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi. Berdasarkan analisis awal, aparat menduga aksi kekerasan ini dilakukan oleh simpatisan atau kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo.
“Kejadian semacam ini kerap dilakukan (KKB) dengan tujuan menciptakan gangguan keamanan di wilayah tersebut,” tambah rilis tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak akan dibiarkan.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat di Yahukimo. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan tegas,” tegas Adarma. (IT)






