TIMIKA – Suasana penuh semangat dan warna mewarnai Sporthall Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) beberapa hari lalu. Dalam rangka memperingati Puncak Bulan Bahasa 2025 sekaligus Hari Sumpah Pemuda, para siswa SATP menampilkan beragam pertunjukan seni dan bahasa yang memukau.
Kegiatan ini digelar oleh SATP di bawah naungan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK), selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI). Tahun ini, Bulan Bahasa mengusung tema “Menjaga Identitas dalam Ragam Bahasa dan Merawat Budaya dalam Arus Dunia.”
Selama bulan Oktober, SATP menyelenggarakan 17 jenis lomba yang melibatkan seluruh siswa. Beragam kompetisi seperti lomba pidato, baca puisi, menyanyi, dan menari turut memeriahkan peringatan ini. Salah satu kegiatan menarik adalah program “Sahabat Pena” yang mempertemukan murid SATP dengan siswa dari YPJ Tembagapura sebagai bentuk kolaborasi literasi antar sekolah.

Kepala SATP, Sonianto Kuddi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bahasa menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kreativitas siswa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak SATP diharapkan semakin mahir berbahasa, analitis, dan kreatif, sesuai visi misi sekolah untuk mencerdaskan dan memerkasa putra-putri Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya agar mampu berkompetisi secara global,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PTFI, Samuel Rorimpandey, mengajak para siswa untuk berani mengungkapkan gagasan dengan cara yang benar.
“Dengan berkata benar, kita belajar berpikir dan bertindak benar. Jangan takut berbuat salah, karena ide dan inovasi lahir dari proses belajar, termasuk dari kegagalan,” pesannya.

Dari pihak YPMAK, Haotje Watori, selaku Ketua Pengurus Bidang Pemantauan dan Evaluasi, menekankan pentingnya soft skill dan kemampuan berkomunikasi yang baik sebagai kunci kesuksesan masa depan.
“Kesuksesan bukan hanya ditentukan nilai akademik, tapi juga kemampuan berbahasa yang benar. Bahasa Indonesia mempersatukan kita semua,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Dinas Pendidikan, Frida Somnaikoebun, Kepala Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar, yang menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui Hari Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda, anak-anak diharapkan semakin mengenal dan mencintai budaya masing-masing,” katanya.
Acara puncak ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Bulan Bahasa serta hiburan dari siswa SATP, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan penuh makna dalam semangat kebersamaan dan cinta bahasa Indonesia. (Etty)






