Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Wamendiktisaintek: Penguatan Karakter dan Ketahanan Digital, Kunci Masa Depan Indonesia di Era AI

adminbadge-check


					Wamendiktisaintek: Penguatan Karakter dan Ketahanan Digital, Kunci Masa Depan Indonesia di Era AI Perbesar

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Cristie, menegaskan bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia di era kecerdasan buatan (AI) terletak pada manusia yang berkarakter kuat dan berintegritas tinggi. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Nasional Pembentukan Karakter Inti Pengawasan 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam paparannya, Wamen Stella menekankan bahwa AI harus berfungsi sebagai alat yang memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya. Ia menyoroti keunggulan unik manusia yang tidak dimiliki oleh mesin, yaitu kemampuan untuk memahami konteks, menilai makna, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

“AI hanyalah alat, bukan pengganti manusia. Yang membedakan kita dengan mesin adalah kemampuan untuk memahami makna, mengambil keputusan berdasarkan nilai kemanusiaan, dan menjaga integritas dalam setiap tindakan,” ujar Wamen Stella. Jumat,(24/10/2025).

Wamendiktisaintek juga mengingatkan bahwa tanggung jawab etis atas penggunaan AI sepenuhnya berada di tangan manusia. Ia menyebut bahwa hasil AI hanya secerdas data yang diberikan. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan tinggi untuk menumbuhkan keunggulan manusia Indonesia dalam berpikir kritis, bernalar etis, dan membangun literasi digital yang berakar pada karakter bangsa.

Selain karakter, Wamendiktisaintek juga menyoroti pentingnya ketahanan digital sebagai dimensi baru dalam menjaga kedaulatan nasional. Mengingat tingginya potensi serangan siber—yang hingga Agustus 2025 telah tercatat lebih dari 3,6 miliar potensi serangan—kesiapan strategis di bidang keamanan data dan infrastruktur digital nasional menjadi mendesak.

Perguruan tinggi dan lembaga penelitian diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem keamanan siber melalui riset kolaboratif dan pengembangan teknologi AI yang etis, aman, serta berpihak pada kepentingan publik.

Melalui arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kementerian berkomitmen memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, sains, dan teknologi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul secara moral dan digital. Tujuannya adalah menciptakan manusia Indonesia yang mampu mengarahkan teknologi, bukan diarahkan oleh teknologi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Baru Potowaiburu, Buka Akses dan Pacu Ekonomi Pesisir

25 Oktober 2026 - 14:25 WIB

IMG 20261025 232521

IPMANAPANDODE Bekali 45 Anggota Baru Lewat Seminar dan Orientasi 

25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

IMG 20261025 WA0022

Rencana Pencurian Berujung Kekerasan Seksual, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261025 WA0018
Trending di Hukrim