Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti, telah menunjukkan komitmen nyata dalam satu tahun pertama melalui berbagai terobosan strategis untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan menciptakan layanan pendidikan yang lebih adil dan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Berikut adalah rangkuman capaian utama Kemendikdasmen dalam setahun terakhir:
1. Revitalisasi Satuan Pendidikan Melampaui Target
Salah satu program utama adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang berfokus pada penguatan dan modernisasi infrastruktur serta tata kelola sekolah. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen berhasil merealisasikan perjanjian kerja sama dengan 16.140 satuan pendidikan, sebuah angka yang melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkualitas di berbagai daerah.
2. Peningkatan Kapasitas dan Kesejahteraan Guru
Kemendikdasmen menempatkan guru sebagai peran sentral dalam pendidikan, yang diwujudkan melalui:
- Peningkatan Kualifikasi Akademik: Sebanyak 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4/S1 diberikan beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
- Pendidikan Profesi Guru (PPG): Program PPG tahun 2025 telah berhasil mencapai target dengan mencakup 600 ribu guru, memastikan kompetensi pedagogik dan profesional yang mumpuni.
- Transparansi Tunjangan: Mekanisme penyaluran tunjangan sertifikasi guru diubah. Dana tunjangan kini disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan meminimalisir potensi penyelewengan.
3. Perluasan Akses Pendidikan dan Penguatan Bahasa Indonesia
Kemendikdasmen juga fokus pada perluasan akses pendidikan dan penguatan peran bahasa di tingkat global:
- Persiapan Wajib Belajar 13 Tahun: Saat ini tengah dipersiapkan Program Wajib Belajar 13 Tahun sebagai kelanjutan dari program wajib belajar 12 tahun, yang rencananya akan mulai diimplementasikan pada tahun depan untuk memberikan kesempatan pendidikan lebih luas.
- Perluasan Program Indonesia Pintar (PIP): Cakupan PIP diperluas hingga jenjang Taman Kanak-kanak (TK). Perluasan ini merupakan bentuk intervensi dini untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan stimulasi pendidikan sejak usia dini.
- Prestasi Global Bahasa Indonesia: Di bidang kebahasaan, Bahasa Indonesia berhasil ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO. Pengakuan ini mencerminkan upaya strategis untuk memposisikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa peradaban dunia.
Seluruh capaian ini menjadi bukti gerak cepat Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, serta meletakkan fondasi yang kuat untuk transformasi pendidikan nasional yang lebih maju, merata, dan berkualitas.






