WAMENA – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) mengirimkan surat terbuka bernomor A.0001/ST/YKKMP/JWY/PA-PEG/X/2025 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyoroti kejadian penembakan 12 warga sipil di Kampung Soanggama, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Surat tersebut menyoroti kondisi keamanan di Papua yang sedang memanas dan menimbulkan korban dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil dan aparat keamanan. YKKMP menegaskan bahwa kekerasan yang berlangsung bersifat sistematis dan terstruktur, dengan dampak buruk terhadap masyarakat Papua, yang sulitnya mengakses keadilan melalui sistem hukum yang berlaku.
Direktur Eksekutif YKKMP, Theo Hesegem dalam wawancara mengatakan, “Kami menyampaikan surat terbuka ini dari sisi kemanusiaan kepada Presiden sebagai panglima tertinggi agar kebijakan yang lebih efektif terkait keamanan di Papua dapat diambil. Harapannya, pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah yang memungkinkan masyarakat hidup dengan damai.” Ungkapnya. Kamis, (23/10/2025).
Ia menambahkan bahwa korban bukan hanya dari satu pihak melainkan terdiri dari masyarakat sipil, TNI-Polri, dan warga secara umum yang terdampak.
Theo juga menilai bahwa sejauh ini tanggapan pemerintah pusat terhadap isu hak asasi manusia di Papua belum maksimal, sehingga surat ini diharapkan bisa menjadi perhatian khusus dan memicu tindakan nyata dalam menangani permasalahan yang kompleks ini.
Selain mendesak pemerintah membuka akses jurnalis dan lembaga independen untuk menampilkan situasi Papua secara transparan, YKKMP juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa membentuk tim investigasi khusus agar akar permasalahan dapat diidentifikasi dan langkah dialog damai dapat dijalankan.






