Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Pemprov Papua Tengah Gelar Pertemuan Penyusunan RADPPD 2025–2030 

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Gelar Pertemuan Penyusunan RADPPD 2025–2030  Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama UNICEF, Yayasan Dokter Peduli, organisasi profesi kesehatan, dan mitra pembangunan menggelar Pertemuan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Pneumonia dan Diare (RADPPD) Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Mimika, Nabire, dan Paniai Tahun 2025–2030. Kegiatan berlangsung di Hotel Rio, Nabire, pada Rabu (8/10/2025).

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat kesehatan baik secara langsung maupun daring. Gubernur Papua Tengah, yang diwakili oleh Herman Kayame, ST, MT, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, membuka secara resmi pertemuan tersebut sekaligus membacakan sambutan gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah menekankan pentingnya penyusunan RADPPD sebagai langkah nyata untuk melindungi generasi muda Papua Tengah dari ancaman penyakit mematikan.

“Kesehatan anak adalah fondasi masa depan bangsa. Namun kenyataannya, pneumonia dan diare masih menjadi pembunuh senyap bagi anak-anak kita, khususnya balita. Setiap keterlambatan penanganan bisa berarti kehilangan satu nyawa anak bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, RADPPD bukan sekadar dokumen teknis, melainkan komitmen nyata untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Lebih lanjut, gubernur menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan, UNICEF, organisasi profesi seperti IDAI, POGI, dan IBI, serta Bappeda.

“Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendiri. Penanggulangan pneumonia dan diare harus menjadi gerakan bersama, dari rumah tangga, kampung, kabupaten, hingga provinsi,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menekankan strategi pencegahan melalui imunisasi, gizi yang baik, perilaku hidup bersih sehat, deteksi dini, pengobatan sampai tingkat kampung, serta penguatan data dan monitoring.

Gubernur menutup sambutannya dengan harapan bahwa implementasi RADPPD benar-benar terasa dampaknya di masyarakat.

“Saya ingin melihat hasilnya nyata: angka pneumonia dan diare menurun, angka kematian anak berkurang, dan senyum anak-anak Papua Tengah semakin banyak. Anak-anak sehat hari ini adalah generasi emas Papua Tengah di masa depan,” tutupnya.

Dengan demikian, pertemuan penyusunan RADPPD 2025–2030 resmi dibuka sebagai tonggak penting menuju Papua Tengah yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APKM Pusat Kukuhkan Pengurus Wania dan Iwaka 

5 Desember 2025 - 11:57 WIB

20251205 111558

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206
Trending di Headline