JAKARTA – Suara lantang Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak melihat Blok Wabu hanya sebagai lokasi tambang emas. Bagi masyarakat Intan Jaya, kata dia, Blok Wabu adalah ruang hidup, tanah adat, dan sumber kehidupan yang diwariskan leluhur.
“Kenapa orang menolak Blok Wabu? Karena itu gunung bula, tempat hidup mereka,” ucap Gobai penuh penekanan saat bertemu dengan anggota DPD RI di Jakarta, Jumat, (3/10/2025).
Gobai melukiskan kondisi nyata masyarakat Intan Jaya. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena sekolah-sekolah tutup, sementara orang tua hidup dalam ketakutan di tengah konflik bersenjata.
“ Bagaimana mau ambil sumber daya, sementara anak-anak gadis, bapak, mama, dan keluarga mereka harus hidup dalam ketakutan, bahkan terbunuh?” tanyanya lirih.
Ia juga menyinggung soal dampak lingkungan yang mengancam.
“ Tailingnya mau dibuang ke mana? Apakah orang-orang di sekitar Gunung Bula harus diungsikan dari tanah mereka sendiri?” tegas Gobai.
Menurutnya, pembangunan seharusnya menyiapkan SDM lokal, bukan justru merampas ruang hidup. Ia bersyukur, dalam pertemuan sebelumnya Menteri ESDM memastikan bahwa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Wabu hingga kini belum ditandatangani.
Lebih jauh, Gobai mengingatkan agar tidak ada upaya cipta kondisi di Papua Tengah. Ia menolak penempatan pos-pos militer secara masif, perdagangan senjata, maupun segala bentuk provokasi yang justru menciptakan ketakutan baru.
“Konflik ini diciptakan oleh siapa? Negara atau kita sendiri? Mari kita koreksi diri bersama agar Papua Tengah tetap damai. Suara yang kita bawa ini adalah suara bersama, suara rakyat yang meminta keadilan,” ujarnya menutup pertemuan dengan DPD RI. (MB)






