NABIRE — Universitas Papua (UNIPA) bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah Melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSA). Acara berlangsung di Kantor Gubernur Papua Tengah, Bandara Lama Nabire, Selasa (23/9/2025).
Rektor UNIPA, Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum., memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang mendukung penuh program ini. Menurutnya, SSA adalah intervensi pendidikan dasar yang sejalan dengan upaya meningkatkan literasi dan kualitas pembelajaran anak di delapan kabupaten wilayah Papua Tengah.
“Sekolah sepanjang hari adalah sebuah program pendidikan khusus. Anak-anak akan berada di sekolah dari pagi hingga sore dengan rangkaian kegiatan mulai dari doa pagi, sarapan, belajar, istirahat, makan siang, hingga belajar kembali sebelum pulang. Ini juga sekaligus mengintervensi program makan gratis seperti yang dijalankan pemerintah pusat,” jelas Rektor UNIPA.
UNIPA akan menurunkan delapan tim pendamping, masing-masing untuk satu kabupaten, guna bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah yang ditunjuk dalam menjalankan program SSA.
Dinas Pendidikan Targetkan Mulai Oktober 2025
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, S. E, menegaskan bahwa pelaksanaan SSA akan segera dimulai setelah MoU ditandatangani.
“Hari ini MoU resmi kita lakukan dengan UNIPA. Sosialisasi juga sudah berjalan. InsyaAllah pada awal Oktober 2025 program ini bisa dimulai di sekolah-sekolah yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Untuk tahap awal, SSA akan dilaksanakan di 10 sekolah pada tujuh kabupaten, sementara Kabupaten Puncak Jaya masih dalam proses finalisasi.
Dukungan untuk Literasi dan Gizi Anak
Program Sekolah Sepanjang Hari bukan hanya memperpanjang jam belajar, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis siswa sekaligus memperkuat intervensi gizi melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah.
Dengan adanya kolaborasi Pemprov Papua Tengah dan UNIPA, diharapkan SSA dapat menjadi terobosan pendidikan untuk mencetak generasi muda Papua Tengah yang lebih cerdas, sehat, dan kompetitif. (MB)






