NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengelola Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG). Kegiatan berlangsung di Aula PURR, Kabupaten Nabire, Jalan Merdeka, pada Kamis (1/9/2025).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Zhakarias F. Marey, S.Sos., MT., yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya data sosial yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai fondasi kebijakan perlindungan sosial yang tepat sasaran.
“Program perlindungan sosial seperti PKH, program sembako maupun JKN hanya akan tepat sasaran apabila didukung oleh data yang valid. Transformasi dari DTKS menjadi DTKC adalah langkah besar yang memerlukan penyesuaian di tingkat daerah. Karena itu, Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola SIKS-NG,” ujarnya.
Menurut Marey, keberhasilan program perlindungan sosial bukan diukur dari besar anggaran yang digelontorkan pemerintah, melainkan dari sejauh mana bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, ia menekankan peran pengelola data sebagai garda terdepan dalam memastikan validitas informasi yang digunakan pemerintah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Bimtek dari seluruh kabupaten se-Papua Tengah.
“Ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini akan sangat menentukan kualitas pelayanan sosial di daerah kita ke depan. Saya harap peserta menjaga komitmen, integritas, dan terus menjalin sinergi dengan seluruh pihak, termasuk BPS dan kementerian terkait, agar data benar-benar terintegrasi,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung program pembangunan nasional di bidang kesejahteraan sosial. Dengan data yang akurat, program bantuan sosial diharapkan dapat lebih tepat sasaran, transparan, dan berdaya guna bagi masyarakat. (MB)






