Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Kapolres Nabire: Aksi Mimbar Bebas Berjalan Aman, 400 Personel Dikerahkan

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Nabire: Aksi Mimbar Bebas Berjalan Aman, 400 Personel Dikerahkan Perbesar

NABIRE – Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memberikan keterangan terkait aksi mimbar bebas yang digelar gabungan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kabupaten Nabire bersama pelajar, Kamis (11/9/2025).

Dalam aksinya, massa mengusung dua agenda utama, yakni mendesak pembebasan empat tahanan politik (tapol) di Sorong serta menolak segala bentuk investasi di Papua Tengah.

Kapolres Nabire menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang penyampaian aspirasi masyarakat. Namun, ia menjelaskan bahwa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) tidak dapat diterbitkan karena terdapat sejumlah kekurangan administrasi.

“Surat pemberitahuan yang masuk dua hari lalu belum lengkap. Ada sekitar enam poin yang tidak dipenuhi, antara lain tidak menyertakan kartu identitas, tujuan kegiatan belum jelas, serta tidak mencantumkan jumlah peserta,” jelas Kapolres.

Meski demikian, aksi yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIT hingga 10.00 WIT itu berjalan aman dan tertib. Massa aksi berkomitmen menjaga ketertiban lalu lintas serta membatasi diri di area yang telah diberi tanda pembatas.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Nabire menurunkan 400 personel gabungan. Sebanyak 200 personel ditempatkan di sekitar Pasar Karang, sementara 200 lainnya dikerahkan dalam pengamanan SISPAM kota di titik-titik vital, termasuk RSUD, Kalibobo, DPRK, hingga patroli ke wilayah Adamat.

“Langkah ini kami ambil untuk mengantisipasi jangan sampai fokus penyampaian aspirasi ditunggangi pihak lain yang berusaha memunculkan titik-titik baru yang bisa berujung pada kericuhan,” tegas Kapolres.

Ia pun berharap agar mahasiswa tetap konsisten dengan komitmen awal untuk menjaga ketertiban hingga aksi selesai.

“Kami siap membantu mengatur dan mengamankan. Yang penting jangan ada pihak lain yang menyusup dan membuat chaos. Prinsipnya kita jaga bersama situasi kondusif di Kabupaten Nabire,” pungkas AKBP Samuel Tatiratu. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029

Tokoh Pemuda Kapiraya Desak PUPR Mimika Akomodasi Aspirasi Warga dalam Master Plan, Melkianus: Manfaatkan SDA dan SDM Lokal Dalam Pembangunan Kota 

25 Oktober 2026 - 14:46 WIB

20261022

PUPR Mimika Matangkan Rencana Kota Baru Potowaiburu, Buka Akses dan Pacu Ekonomi Pesisir

25 Oktober 2026 - 14:25 WIB

IMG 20261025 232521

IPMANAPANDODE Bekali 45 Anggota Baru Lewat Seminar dan Orientasi 

25 Oktober 2026 - 13:45 WIB

IMG 20261025 WA0022

Rencana Pencurian Berujung Kekerasan Seksual, Polisi Berhasil Tangkap Pelakunya

25 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261025 WA0018
Trending di Hukrim