NABIRE – Intelektual muda Marselus Magai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Nabire di bawah kepemimpinan Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si. atas perhatian nyata terhadap pembangunan rumah ibadah di wilayah Siriwo–Degeuwo.
Dua gereja yang saat ini tengah dikerjakan, yakni Gereja Kristen Bétel Diyaikunu dan Gereja Eglesia Tugomani, dilaporkan telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen. Bagi masyarakat di wilayah pedalaman Siriwo–Degeuwo, kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan gereja menjadi angin segar sekaligus langkah baru yang membawa sukacita.
Marselus menegaskan, selama ini pembangunan gereja lebih banyak mengandalkan dana desa, swadaya jemaat, dan dukungan sukarela dari berbagai pihak. Namun, dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah daerah, masyarakat kini merasakan dukungan yang lebih kuat dan nyata.
“Selama ini pembangunan gereja lebih banyak ditopang oleh dana desa, swadaya jemaat, dan sumbangan sukarela. Kini pemerintah daerah hadir dan peduli. Atas nama masyarakat Siriwo–Degeuwo, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si. Kiranya Tuhan Yesus memberkati,” ungkap Marselus Magai.
Selain dari tokoh intelektual, apresiasi juga datang langsung dari jemaat. Pdt. Nicolaus Dogomo, yang mewakili umat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas dukungan pemerintah terhadap pembangunan gereja di wilayah Siriwo–Degeuwo. Dengan penuh haru, ia menilai bahwa kehadiran pemerintah benar-benar memberikan semangat baru bagi jemaat yang selama ini berjuang secara swadaya.
“Kami sangat bersyukur karena pembangunan rumah ibadah akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ini adalah bentuk kasih nyata bagi masyarakat pedalaman. Kami percaya bahwa dukungan ini akan membawa berkat dan mempererat kebersamaan jemaat,” tutur Pdt. Nicolaus Dogomo.
Masyarakat Siriwo–Degeuwo berharap pembangunan kedua gedung gereja tersebut dapat segera diselesaikan sehingga dapat digunakan untuk ibadah secara penuh. Pembangunan rumah ibadah ini juga diharapkan menjadi tonggak baru yang meneguhkan iman jemaat serta memperkuat peran gereja dalam mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di pedalaman Nabire. (MB)






