Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Wakil Gubernur Papua Tengah Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Stunting

Etty Welerbadge-check


					Wakil Gubernur Papua Tengah Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Stunting Perbesar

NABIRE – Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Papua Tengah. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (10/9/2025).

Dalam sambutannya, Deinas Geley menyoroti pentingnya perhatian terhadap gizi ibu hamil yang sangat menentukan kondisi kesehatan anak saat lahir.

“Kalau ibu hamil gizinya buruk, anak yang lahir pasti membawa dampak yang sama. Tetapi jika gizinya baik, maka saya yakin anak yang lahir juga sehat,” tegasnya.

Ia kemudian mengangkat falsafah lokal Papua “satu tungku, tiga batu”, yang bermakna sebuah tungku tidak dapat berdiri dengan satu batu saja, melainkan harus ditopang oleh tiga batu agar api tetap menyala. Filosofi ini, menurutnya, menggambarkan bahwa pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bersatu serta saling menopang dalam menangani stunting.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa stunting bukan semata tugas sektor kesehatan, melainkan tugas bersama lintas sektor, lintas agama, dan lintas budaya.

“Jangan dibebankan hanya pada sektor kesehatan. Hal-hal seperti ini harus disampaikan di gereja, masjid, maupun tempat umum lainnya, agar sosialisasi berjalan dan kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi persoalan stunting.

“Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, kita mudah rapuh. Tetapi bila kita melangkah bersama, kita akan lebih kokoh menghadapi segala tantangan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Deinas Geley menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penanganan stunting, termasuk tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran OPD.

Dengan itu, ia secara resmi membuka kegiatan penilaian kinerja aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Papua Tengah Tahun 2025. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi Persiapan Perhitungan IDI 2025, Ukago: Instrumen Strategis Menilai Kualitas Demokrasi Daerah

5 Desember 2025 - 08:11 WIB

Img 20251205 wa0192

Gubernur Papua Tengah Tutup Pelatihan Dasar Satpol PP dan Damkar di Nabire

5 Desember 2025 - 08:04 WIB

Img 20251205 wa0183

Musdat Pembentukan LMHA Suku Kamoro/Mimikawe Berjalan Lancar, Kepengurusan Baru Terbentuk

5 Desember 2025 - 06:26 WIB

20251204 170610
Trending di Headline