TIMIKA (JAYAPURA) — Upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya pemulihan dan pemberdayaan perempuan Papua kembali digaungkan melalui Seminar dan Pelatihan Pembangunan Manusia Papua: “Sakit Hati Perempuan Papua”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Aster Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., yang berlangsung di Auditorium Balatkes Papua, pada Sabtu (06/09/2025) kemarin.
Dalam keterangan yang diberikan kepada media, kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan kolaborasi antara Kenari Psikologi (PT GPS Konsultan) dengan Kodam XVII/Cenderawasih, menghadirkan narasumber psikolog Andi Kurniawan, M.Psi. yang membawakan materi “Sakit Hati Perempuan Papua: Luka, Trauma, dan Harapan dalam Perspektif Psikologi.”
Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Aster Kasdam, menegaskan bahwa perempuan Papua adalah tiang kehidupan, sehingga suara, pengalaman, dan trauma yang mereka alami harus dihargai serta menjadi perhatian serius. Untuk itu, Pelatihan tersebut menjadi ruang pemulihan, edukasi, sekaligus melahirkan rekomendasi nyata. Perempuan adalah tiang kehidupan, dan masa depan Papua yang sejahtera ada di tangan mereka.
Aster juga menerangkan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih bersama pemerintah daerah juga telah menjalankan program perlindungan perempuan melalui aksi “Three Zeros”, jaminan kesehatan dan keamanan anak, perlindungan hak perempuan, serta layanan terpadu pemberdayaan.
Suasana seminar semakin hidup dengan pembagian souvenir bagi peserta dan penampilan stand up comedy dari komika lokal Jayapura, Kakak Julflix, yang menambah kehangatan acara.
Seminar ini diharapkan tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga awal dari pemulihan luka dan trauma yang dialami perempuan Papua, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membangun Papua yang lebih aman, sejahtera, dan berkeadilan. (IT)






